Jumat, Januari 21, 2022

Bukan Hanya Pinjaman Online, Ini Sederet Jenis Fintech dan Ragam Layanan yang Ditawarkannya

Populer

Linisiar.id – Semenjak pertama kali dikenalkan di Indonesia beberapa tahun silam, fintech atau financial technology mampu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Bahkan, dewasa ini, tak sedikit layanan dari fintech yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat.

Ambil saja contoh pinjaman online yang menjadi salah satu layanan unggulan dan paling populer di industri financial technology.

Saking populernya layanan pinjaman online oleh fintech ini, tak sedikit orang yang menganggap keduanya sebagai hal sama, atau satu-satunya layanan yang ada pada industri tersebut.

Padahal, pinjaman online atau yang juga biasa disingkat dengan pinjol merupakan satu di antara sederet layanan dari industri fintech yang beroperasi di Indonesia.

Tentu saja ada beragam jenis fintech dengan layanan berbeda yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan tentang beragam jenis fintech dan layanan yang ditawarkannya berikut ini.

  1. Fintech pada Sektor Sistem Pembayaran

Pada dasarnya, perusahaan fintech atau financial technology di Indonesia memiliki beragam jenis dengan layanan dan manfaat yang berbeda-beda.

Tapi, secara umum, layanan dan jenis perusahaan fintech tersebut bisa dibagi menjadi 2 kategori, yaitu fintech sistem pembayaran serta fintech sistem pasar modal dan pendanaan.

Menurut PBI atau Peraturan Bank Indonesia terkait Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, yang dimaksud dengan sistem pembayaran dapat meliputi berbagai bentuk.

Beberapa contohnya adalah uang elektronik, e-wallet atau dompet digital, remittance atau mengirim uang berbentuk valuta asing, dan payment gateaway.

Sejumlah layanan keuangan berbasis digital juga termasuk juga sebagai jenis fintech pada sektor sistem pembayaran, antara lain, solusi via POS atau Point of Sales, pembayaran tagihan secara online, sampai payment issuer supports.

Terkait perkembangan fintech pada sektor sistem pembayaran ini, di tahun 2021 mengalami perkembangan yang amat pesat. Tak sedikit kalangan masyarakat yang mulai menggunakan layanan uang elektronik ketika bertransaksi.

Penyebabnya tidak lain karena pandemi yang memaksa masyarakat untuk berbelanja secara online dan menekan aktivitas fisik yang bisa meningkatkan risiko penularan virus Korona. Yang mana salah satunya adalah melalui penggunaan uang fisik.

Di sisi lain, saat ini juga cukup banyak merchant, baik online ataupun offline yang telah memiliki layanan QRIS untuk mempermudah transaksi belanja konsumennya.

Jika melihat dari data di tahun 2020, peningkatan penggunaan uang elektronik di tahun 2021 meningkat sebanyak 43 persen.

Saat ini, terdapat kurang lebih 10 juta pengguna layanan dari fintech ini, dan Bank Indonesia menargetkan agar jumlahnya bisa mencapai 12 juta pengguna hingga penghujung tahun.

2. Fintech pada Sektor Pasar Modal dan Pendanaan

Selanjutnya ada fintech pada sektor pasar modal dan pendanaan, yang juga termasuk di dalamnya layanan pinjaman online.

Mengenai layanan pinjaman online via fintech sendiri tidak terbatas pada pinjaman online saja. Ada berbagai jenis layanan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan, misalnya, pinjaman bagi UMKM, untuk investasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagai contoh, selain layanan pinjaman online, fintech pada sektor pasar modal dan pendanaan ini juga menawarkan layanan platform investasi berbasis digital, e-Zakat, e-Wakaf, dan juga asuransi digital.

Ada pula platform penilaian kredit serta layanan finansial yang mencakup jasa perdagangan invoice, token, blockchain, dan juga voucher.

Bagian terakhir pada fintech ini adalah layanan equity crowdfunding atau urunan dana. Berdasarkan penjelasan OJK, layanan tersebut merupakan penyelenggaraan penawaran saham yang dilakukan penerbit guna menjualnya secara langsung pada pemodal via jaringan sistem elektronik terbuka.

Sementara untuk pasar modal, fintech menawarkan layanan penyaluran reksa dana dan lain sebagainya untuk kepentingan berinvestasi.

Tak kalah dengan sektor sistem pembayaran, fintech pada sektor pasar modal dan pendanaan juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Hingga Agustus 2021 saja, jumlah akun peminjam mencapai 9 juta serta mempunyai proses pembayaran dan juga penyaluran pinjaman lancar.

Legalitas dan kredibilitas layanan pendanaan ini juga terjamin dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada terhadap ancaman layanan pendanaan ilegal yang tak terdaftar di OJK di mana sampai saat ini masih banyak berseliweran di dunia maya.

Tidak hanya itu, fintech pada sektor pasar modal juga saat ini mulai ramai dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berinvestasi saham dan juga reksa dana.

Dibandingkan dengan membeli produk investasi melalui bank secara tradisional, pembelian melalui platform fintech secara digital tentu jauh lebih praktis dan simpel karena bisa dilakukan melalui smartphone saja.

Jangan Lagi Anggap Fintech Sekadar Pinjaman Online Saja

Identik dengan layanan pinjaman online, tak sedikit orang menganggap bahwa fintech hanya menawarkan produk keuangan tersebut saja.

Padahal, layanan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan berbasis digital tersebut jauh lebih luas lagi, mulai dari sektor sistem pembayaran sampai pasar modal dan pendanaan.

Nah, setelah memahami penjelasan di atas, jangan lagi anggap layanan yang ditawarkan fintech sekadar pinjaman online saja, ya!

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru