Bappeda Makassar Paparkan Web GIS Layanan Satu Peta Nasional

Bagikan

MAKASSAR, Linisiar.id – Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) kota Makkassar, mengikuti pameran Indonesia Geospatial Technology Expo (IGTE 2019) yang digelar di Hall C. Dian Ballroom Hotel Rafless Ciputra World, Jakarta Selatan.

Pameran yang digelar oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) berlangsung pada 21-22 Agustus 2019.

BIG kembali menyelenggarakan IGTE 2019 yang merupakan perhelatan pameran informasi geospasial dalam rangkaian peringatan Hari informasi geospasial yang ke 50.

Pameran ini juga dirangkaikan dengan pemaparan 10 Finalis inovvasi pemanfaatan informasi geospasial, yang dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan dan pembangunan kota Makassar, ibu dr. Andi Hadijah Iriani R, Sp, THT., M.Si. di dampingi oleh kepala bagian bidang infrastruktur dan prasarana wilayah Drs Imbang Muryanto M.Si dan 2 orang tenaga pendamping, Jalaluddin Rumi Prasad., S.Si, M.Sc dan Budi Utomo Putra A., S.Pd. M.Sc.

Sebelumnya, Bappeda Kota Makassar memaparkan innovasi pemanfaatan teknologi informasi geospasial diadakan di Hotel Ammaroosa Royal, Bogor pada tanggal 19 Agustus 2019 di hadapan 3 orang dewan juri yang terdiri oleh pakar dari BIG dan perguruan tinggi.

Menurut Kepala Bappeda Kota Makassar, Andi Hadijah menjelaskan, Bappeda Makassar membuat web GIS Kota Makassar, sebagai bentuk dukungan terhadap layanan satu peta nasional (one map policy), yang bisa diakses pada geoportal.bappeda.go.id.

“Dimana tujuan pembuatannya agar masyarakat kota Makassar dan investor luar dapat mengakses dan mendapatkan informasi spasial kota Makassar yang akurat dan valid demi tercapainya pembangunan yang cepat, tepat, dan terintegrasi.” Jelas Hadijah.

Hadijah menambahkan, dengan mengangkat tema “geospatial information for sustainable Development of Indonesia” dan diharapkan dalam penyelenggaraan IGTE 2019 menjadi sarana untuk pemerintah daerah, kementerian,/lembaga, Akademisi, bahkan Masyarakat luas agar mengetahui peran penting dari informasi geospasial.

“Kami berharap agar berhasil masuk dalam tahap selanjutnya dan menjadi innovasi terbaik. Karena kami yakin innovasi yang kami buat dalam webGIS kota Makassar ini dapat digunakan dengan mudah agar masyarakat luas dan stake holder mampu mendapatkan informasi spasial dengan mudah,” tambahnya.

Lanjut beliau bahwa Bappeda kota Makassar terus berupaya untuk terus mengembangkan webGIS kota Makassar agar terus memberikan kemudahan dan kemanfaatan kepada semua lapisan masyarakat yang membutuhkan data spasial kota Makassar yang valid, akurat dan terintegrasi dengan simpul jaringan satu peta nasional (one map policy) berdasarkan Undang-Undang No 4 Tahun 2014 tentang Informasi Geospasial.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *