MAKASSAR, LINISIAR.ID -Andi Amran Sulaiman lahir dari pasangan Andi Sulaiman Petta Linta dan Andi Nurhadi Petta Bau. Andi Sulaiman, ayah Amran adalah keturunan La Patau, Raja Bone XIV yang menjabat tahun 1696 – 1714 menggantikan Arung Palakka.
Sementara ibu dari Amran, Andi Nurhadi adalah keturunan dari I Mariama Karaeng Padukangang Anak I Mappadulung Raja Gowa. Dan itu tertulis dalam buku Silsilah Kekerabatan Raja Raja di Sulawesi Selatan Barat yang diterbitkan Gramedia, dengan penyusun Prof Andi Rasyid dan kawan-kawan, yang menyebutkan, Andi Amran Sulaiman masuk salah satu keturunan raja sebagai penerus.
La Patau adalah raja yang pertama mengangkat Matowa sebagai pemimpin orang-orang Wajo, yang tinggal di Makassar, dengan tujuan agar orang-orang Wajo yang tinggal di Makassar, dapat diawasi keadaan sehari-harinya karena mengingat pada waktu itu.
La Patau mempunyai tugas sebagai Raja Bone, dan sekaligus juga sebagai Ranreng Tuwa di Wajo. La Patelleng Amanna Gappa adalah orang yang pertama diangkat sebagai Matowa Wajo.
Seperti tertera di silsilah keturunan Andi Amran dalam Lontara Bugis, yang terbit 1941 berbahasa Bugis, tertulis Andi Amran Sulaiman keturunan dari La Pawawoi Arung Sumaling, anak keempat La Tenri Tappu, Raja Bone ke-23.
La Pawawoi Arung Sumaling mempunyai keturunan bernama Andi Baco Gangka Petta Teru, yang istrinya Karaeng Beja. Anak Karaeng Bantaeng/Karaeng Bore berdomisili di Bantaeng.
Andi Kumala Idjo, Raja Gowa ke-38 menyebutkan, Andi Amran Sulaiman dan Andi Sudirman adalah murni berdarah raja-raja di Sulsel. Garis keturunannya jelas dalam silsilah. “Dan itu tak diragukan lagi,:” sebutnya.
Pada tahun 2018, Andi Kumala Idjo pernah melakukan penelusuran tentang gelar Andi yang dipakai Andi Sudirman. Tapi hasil, ternyata malah masih keluarganya. “Andi Amran dan Andi Sudirman itu keluarga saya. Jadi silsilahnya jelas dan dokumentasinya ada di lontara dan juga sudah diterbitkan Gramedia melalui kajian ilmiah,” katanya.
Andi Kumala Idjo melanjutkan, dalam silsilah keturunan raja, garis bapak Andi Amran sudah tegas tersurat bukan opini.
Hal senada disampaikan Andi Ansyari Mangkona. Dia menegaskan Andi Amran dan Andi Sudirman adalah keturunan bangsawan langsung. “Silsilahnya ada pada saya. Jadi dahulu itu sewaktu Arung Palakka berkuasa, dia tak mempunyai keturunan langsung. Maka dia menunjuk ponakannya untuk mempersatukan seluruh kerajaan di Sulsel. Keluarga Raja Bone inilah yang kemudian menikah dengan berbagai raja di Sulsel, hingga ke Bantaeng,” tegasnya.
“Dengan begitu, garis keturunan raja dan bangsawan ini terus terjaga di Sulsel. Dan salah satu keturunan langsungnya adalah bapak Andi Amran Sulaiman dan Andi Sudirman Sulaiman,” sambungnya.
Lalu mengapa dahulu Amran tidak menyematkan Andi pada namanya? Karena memang pernah meminta agar anak-anaknya tidak perlu memakai gelar Andi. Dan tentu punya cerita tersendiri, jauh dari keinginan Amran yang low profile, dan sangat dekat dengan orang-orang miskin dan memandang derajat semua orang sama, karena sama-sama berasal dari Nabi Adam.
Juga, bermula ketika masih bekerja di PTPN XIV, seorang pegawai di bagian SDM yang mengetahui betul silsilah keluarga Amran, selalu menambahkan kata Andi di depan nama Amran, baik itu dalam lisan maupun tertulis dalam surat-surat. Bahkan dalam SK di PTPN tahun 1997, sudah tertera nama Ir. A. Amran.
Dalam beberapa tulisan juga tergambar, bagaimana Amran kecil harus berjuang bersama saudara-saudaranya dengan bekerja keras untuk melanjutkan hidup dan agar mereka bisa terus bersekolah. Dalam kondisi seperti itu, Amran dan saudara-saudaranya tidak pernah memperhatikan soal gelar Andi.
Makanya ketika dokumen resmi keluar, seperti akte kelahiran, ijazah, dan lain lain, Amran tidak mempedulikan tidak ditulisnya gelar Andi. Bahkan, namanya juga tidak ada tambahan Sulaiman. Bagi mereka berjuang untuk hidup lebih penting dan utama untuk diperhatikan. Apalagi, ayah Amran, sempat meminta tidak menyematkan Andi. (*)











