Askar-Pipink Ingin Masjid Jadi Pusat Literasi dan Bermain Anak

BULUKUMBA, Linisiar.id – Pada awal dekade 2000-an, kabupaten Bulukumba dikenal sebagai salah satu daerah dengan nuansa religi yang sangat kental.

Hal itu, dibuktikan dengan banyaknya Peraturan Daerah (Perda) Syariat Islam yang dilahirkan, diantaranya, perda nomor 03 tahun 2002 tentang larangan, pengawasan, penertiban dan penjualan minuman keras.

Selain itu, ada juga perda nomor 02 tahun 2003 tentang pengelolaan zakat profesi, infak dan sedekah, perda nomor 05 tahun 2003 tentang pakaian muslim dan muslimah, serta perda nomor 06 tahun 2003 tentang pandai baca tulis Alquran bagi siswa dan calon pengantin.

Sayangnya, saat ini suasana religi sudah sangat sulit dijumpai di kabupaten berjuluk butta panrita lopi itu. Kegiatan keagamaan, seperti lomba antar TKA-TPA, MTQ, Tabliq Akbar, tidak lagi terdengar gaungnya.

Hal itu pula yang mendasari pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Askar HL-Arum Spink menyiapkan program literasi masjid sebagai salah satu program utama yang akan direalisaskan ketidaka mereka diberi sedikit kekuasaan untuk menjadi nahkoda Bulukumba.

Menurut Askar HL, Masjid seharusnya tidak hanya menjadi tempat Ibadah, tetapi juga menjadi tempat stragis pembinaan akhlak dan pusat pendidikan bagi generasi muda.

“Dulu, hampir setiap sore anak-anak kita menghabiskan waktu di masjid untuk belajar mengaji, tapi sekarang kita lihat kondisinya berbanding terbalik. Untuk itu kami membuat program literasi Masjid,” kata Askar HL, Selasa (28/7/2020).

Ketua DPC PPP Bulukumba itu mengungkapan, selama ini paradigma yang terbangun di masyarakat, masjid hanya sekedar rumah ibadah, sehingga diluar dari jam ibadah, masjid sering kali kosong.

“Padahal, urusan masjid tidak hanya tentang aktivitas ibadah (shalat-red), tetapi jadi pusat pendidikan, dan ekonomi,” lanjut pria kelahiran tahun 1978 itu.

Sementara itu, bakal calon wakil bupati bulukumba, Arum Spink mengungkapkan, program literasi masjid ini lahir dari keresahan melihat kondisi moral yang semakin terdegradasi.

“Kita bisa lihat dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir terlah terjadi beberapa tindak kekerasan di masyarakat. Salah satu penyebabnya ialah karena kurangnya pendidikan moral,” ungkap Anggota DPRD Sulsel dua periode dari fraksi NasDem ini.

Menurut alumnus Hukum Islam UIN Alauddin Makassar ini, jika melihat dari sejarah Nabi Muhammad, Masjid memang merupakan pusat ibadah, pendidikan, ekonomi, bahkan pemerintahan itu juga bermula dari Masjid.

“Kami Sudah mencatat, di Bulukumba ini ada 1068 Masjid dan Musholah. Tapi bisa di cek, hampir tidak ada masjid yang punya perpustakaan. Nah, Itu cita-cinta kita, setiap masjid punya perpustakaan, punya guru yang setiap saat bisa mengajari anak-anak kita, mengaji, menghafal Al-Qur’an dan berdakwah,” ungkap alumni pesantren Gombara Makassar ini.

Pipink, sapaan akrab Arum Spink menambahkan, selain program Literasi Masjid, pihaknya juga sudah menyiapkan program Masjid Ramah Anak, sebagai salah satu cara mendekatkan gernerasi muda dengan agama.

“Selama ini kita sering memarahi anak-anak kita saat bermain di Masjid. Padahal kita tau bahwa dunia anak itu adalah dunia bermain. Akhirnya anak-anak kita menjadi takut dan malas ke Masjid,” terangnya

Seharusnya, lanjut Mantan Ketua KPU Bulukumba ini, tugas kita adalah membuat anak-anak betah dan rajin ke masjid, salah satu caranya dengan menyediakan fasilitas, seperti taman bermain, juga fasilitas edukasi.

“Dengan begitu kita juga sebagai orang tua tidak lagi khawatir mencari anak-anak kita kemana, karena mereka ada dimasjid, bermain dan juga belajar,” tutupnya.