Anak Gagal Masuk Sekolah Favorit, ini Tips yang Perlu Dilakukan Orangtua

ilustrasi

JAKARTA, Linisiar.id – Pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2020-2021 saat ini sedang berlangsung di beberapa kota di Indonesia. Mulai tingkat SD hingga SMA dan sederajat.

Para orangtua tentu ingin memilih sekolah terbaik untuk anaknya. Namun, anak juga kadang-kadang sudah memiliki tujuan sekolah favorit.

Pertimbangan sang anak, karena banyak teman-temannya yang juga ingin bersekolah di sana atau karena sekolah tersebut memang berkualitas.

Namun, persaingan masuk sekolah favorit, terutama sekolah-sekolah negeri tidaklah mudah. Pasalnya, peminat atau pendaftar membeludak untuk masuk sekolah negeri favorit.  

Artinya, tidak semua anak akan berhasil masuk sekolah tujuan mereka. Penyebab kegagalan mungkin karena nilai yang tidak memenuhi syarat serta jarak rumah dan sekolah tidak masuk kriteria zonasi.  

Apakah yang harus dilakukan jika anak gagal masuk sekolah favorit yang diinginkannya? Menurut psikolog Mario Manuhutu, M.Si, orangtua harus mendampingi sang anak.

Tujuannya, agar anak tidak merasa stres dan tertekan serta merasa sendirian.

Bagi orangtua, ini lima tips mendampingi anak menghadapi kegagalan masuk ke sekolah tujuan:

1. Menerima keadaan anak

Dalam fase ini, orangtua harus mempersiapkan diri sebelum pengumuman terjadi. Orangtua diminta menerima keadaan anak dan tak berekspektasi terlalu tinggi terhadap anak mereka.

Cari tahu kemampuan anak dan beri anak masukan terhadap sekolah pilihannya itu.

Harapan yang terlalu tinggi bisa saja membuat anak menjadi tertekan dan membuat orangtua menjadi kecewa berlebihan.

2. Coba dengarkan anak

Sebagai orangtua, sebaiknya kita tidak hanya memaksakan kehendak kita pada anak.

Untuk itu, coba dengarkan anak, dengarkan apa maunya, dengarkan ide dan masukannya. Terlebih nantinya, anaklah yang harus bersekolah dan menghadapinya.

Apabila anak gagal, dengarkan apa yang menjadi kendalanya. Terutama jika hal itu terjadi karena nilainya yang kurang memadai, padahal orangtua tahu bahwa selama ini anaknya memiliki nilai yang baik.

Mungkin saja ada kendala lain yang dihadapi anak saat masa ujian itu. Misalnya, sang anak sakit saat ujian berlangsung.

3. Berikan motivasi

Kegagalan bisa saja membuat anak terpuruk dan tertekan. Untuk itu orangtua diharapkan memberikan motivasi agar anak kembali bangkit dan bersemangat.

Berikan motivasi dengan kata-kata yang baik dan positif. Orangtua juga sebaiknya tidak justru menekan anak dengan kata-kata yang cenderung mengolok-olok dan cenderung menghakimi.

Mengutip kompas, psikolog Mario Manuhutu menjelaskan, ketika anak tidak berhasil melalui sesuatu, kita bisa memberinya motivasi, bukan menekan. Supaya tidak menjatuhkan harga diri anak.

4. Pahami kondisi anak

Orangtua juga diharapkan memahami dan mau mengerti kondisi anak.

Bila anak gagal karena nilai yang tidak memadai, orangtua perlu memahami bagaimana kondisi keseharian anak dalam belajar.

Anak bisa saja terlalu lelah karena proses belajar yang berlangsung sepanjang hari. Hal ini tentu saja melelahkan.

“Jangan-jangan anak sudah capek karena sekolah dari pagi sampai sore, terus di rumah baru sebentar sudah diminta belajar lagi. Anak tentu merasa lelah dan penat,” ujar Mario.

Mario mengakui, memahami anak memang bukanlah tugas yang mudah. Namun pelajari anak setiap hari agar orangtua semakin mengenal mereka.

5. Ajak bicara dan berikan pilihan

Kegagalan anak memasuki sekolah favoritnya membuat orangtua harus memikirkan langkah apa yang harus diambil berikutnya.

Apakah mencarikan sekolah negeri lain yang bisa menerima anak sesuai kriteria, atau harus mencari sekolah swasta yang juga memiliki kualitas yang baik.

Setelah mendapatkan beberapa pilihan sekolah, ajak anak bicara.

Mengajak anak bicara dan memutuskan dimana mereka akan bersekolah juga akan mengajarkan anak tentang bagaimana mencari solusi dari sebuah masalah.

Karena itu, jangan ragu untuk mengajak anak duduk bersama dan berdiskusi. Jangan beranggapa anak tidak mengerti. (*)