MAKASSAR, Linisiar.id – Kalangan akademisi dinilai memiliki peluang yang sama dengan politisi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Makassar mendatang.
Kendati begitu, kata Akademisi Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Lukman Irwan, figur yang berasal dari kampus tersebut harus sudah memiliki pengalaman dan memahami persoalan urban di Kota Makassar.
“Tentu saja seorang akademisi bisa, tapi yang sudah memiliki pengalaman dan memahami permasalahan sosial di Kota Makassar,” katanya saat menjadi narasumber di diskusi publik bertema “Pilkada Makassar 2020 dalam Perspektif Media Massa”, Makassar, Minggu (19/1/2020).
Lebih lanjut Lukman menjelaskan, akademisi adalah sosok yang dikenal sebagai kalangan cendikiawan yang paham akan konsep serta teoritik.Sehingga secara teoritik sejatinya mudah memahami fenomena dan persoalan sosial yang terjadi.
“Yang bisa dilihat dan terpenting dari akademisi, dia memahami pada konteks tataran terkait konsep serta teoritik. Saya kira ini menjadi peranan penting bagi parpol menilai figur yang layak diajukan seperti apa,” pungkasnya. (*)
Editor: Muhammad Husain












