Jalan Hertasning Disorot, Pemprov Sulsel Siap Bongkar Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi

Kadis BMBK Sulsel Andi Ihsan menjelaskan progres proyek preservasi Jalan Hertasning dalam paket MYC Paket 1 di Makassar, Kamis, 5 Februari 2026.
Kadis BMBK Sulsel Andi Ihsan menjelaskan progres proyek preservasi Jalan Hertasning dalam paket MYC Paket 1 di Makassar, Kamis, 5 Februari 2026.
Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Warga yang setiap hari melintasi ruas Jalan Hertasning di Makassar kini mendapat kepastian soal kualitas pekerjaan jalan yang tengah berlangsung.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan setiap pekerjaan yang tidak memenuhi standar teknis dalam proyek preservasi jalan paket Multiyears Contract (MYC) Paket 1 akan dibongkar dan diperbaiki.

Pemprov Sulsel juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengawasan yang dilakukan DPRD Sulawesi Selatan dalam proyek tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, menegaskan pengawasan dewan merupakan wujud fungsi representasi masyarakat yang patut diapresiasi.

“Pada prinsipnya pengawasan dewan kita dukung sepenuhnya karena itu bagian dari tugas dan fungsinya sebagai perwakilan masyarakat,” ujar Ihsan, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menekankan, seluruh pekerjaan jalan wajib mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Jika ditemukan dugaan kualitas yang tidak sesuai, pemerintah akan melakukan pengujian melalui laboratorium untuk memastikan standar terpenuhi.

“Kalau disebutkan ada bagian yang kurang berkualitas, itu tentu diuji melalui uji laboratorium,” jelasnya.

Proyek preservasi jalan dalam paket MYC tersebut saat ini masih berjalan dan dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2027. Ihsan memastikan pembayaran proyek juga belum dilakukan selama proses pekerjaan masih berlangsung.

Menurutnya, kontraktor bertanggung jawab penuh atas mutu pekerjaan. Bila ada bagian yang tidak sesuai spesifikasi, pembongkaran dan perbaikan menjadi kewajiban.

“Bagian proyek yang tidak berkualitas akan dibongkar dan dilakukan pembenahan sesuai dengan spesifikasinya,” tegas Ihsan.

Terkait penanganan di ruas Jalan Hertasning, Ihsan menjelaskan pekerjaan yang dilakukan berupa rehabilitasi minor. Tim terlebih dahulu menangani titik-titik jalan berlubang, kemudian melapisinya dengan satu lapisan aspal AC-WC setebal 4 sentimeter.

“Pengerjaan di ruas Hertasning dilakukan dengan penanganan rehab minor. Pekerjaan dimulai dengan penanganan ruas jalan yang berlubang kemudian dilakukan satu lapisan aspal AC-WC dengan ketebalan 4 sentimeter,” ujarnya.

Ia menerangkan, AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga untuk Perkerasan Aspal, dengan ketebalan standar 4 cm sebagai lapis aus. Komposisi AC-WC memiliki proporsi agregat halus dan kadar aspal sedikit lebih tinggi dibanding lapisan di bawahnya.

Lapisan ini dirancang untuk menopang beban lalu lintas menengah hingga berat. Karena berada di permukaan paling atas, AC-WC berperan penting menjaga tekstur jalan tetap rapat, kedap air, serta nyaman dilalui kendaraan.

“AC-WC biasa diberlakukan untuk lalu lintas menengah ke atas,” sebutnya.

Pemprov Sulsel memastikan, penanganan ruas Jalan Hertasning tetap menjadi bagian dari proyek preservasi jalan MYC Paket 1 yang saat ini berjalan sesuai perencanaan dan jadwal kerja tahun anggaran yang telah ditetapkan. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *