Sulsel Pastikan Stok Beras Aman, Teknologi Canggih Rice to Rice Jadi Sorotan

Bagikan

MAKASSAR – Ketersediaan beras di Sulawesi Selatan dipastikan dalam kondisi aman, dengan dukungan teknologi canggih yang mampu menjaga kualitas dan nilai gizi beras.

Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, ke Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog Makassar, Senin (11/8), yang turut didampingi Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi.

Stok Beras Capai 500 Ribu Ton

Dalam peninjauan langsung ke gudang penyimpanan, rombongan melihat karung-karung beras tersusun rapi, memenuhi hampir seluruh ruang gudang utama dan tambahan.

Siti Hediati menegaskan bahwa stok beras Sulsel saat ini mencapai 500 ribu ton, sebagian besar berasal dari impor tahun 2024 dan telah mulai disalurkan secara bertahap.

“Stoknya aman. Ini menjadi cadangan penting untuk menjaga stabilitas pangan,” ujarnya.

Teknologi Rice to Rice Machine: Mutu Naik, Gizi Terjaga

Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah teknologi Rice to Rice Machine milik Bulog Makassar.

Mesin ini mampu menyaring debu, memisahkan butir patah, dan memoles beras tanpa mencampur kualitas, sehingga nilai gizi tetap terjaga.

“Mesin ini luar biasa. Beras yang tadinya keruh bisa diubah menjadi bening dan bersih, tanpa mengurangi gizinya,” kata Siti Hediati.

Ia menegaskan bahwa teknologi ini bukan proses pengoplosan, melainkan peningkatan mutu secara murni.

Tingkat kerusakan beras pun ditekan hingga hanya 15 persen, menjamin produk layak distribusi.

Distribusi dan Intervensi Harga

Selain memastikan kualitas, Komisi IV DPR RI juga menyoroti pentingnya intervensi pasar oleh Bulog dan Badan Pangan Nasional. Jika harga naik, beras SPHP harus segera disalurkan untuk menstabilkan harga.

“Media juga harus ikut mengawasi agar tidak ada pihak yang bermain harga,” tegasnya.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov Sulsel, Bulog, dan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras.

“Kami siap bersinergi untuk memastikan masyarakat mengonsumsi beras yang layak, bersih, dan bernutrisi,” ujarnya.

Fatmawati juga menilai teknologi modern seperti Rice to Rice Machine sangat membantu dalam menjaga kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat.

Kunjungan ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan Sulsel. Dengan stok yang aman, teknologi canggih, dan pengelolaan yang baik, pemerintah optimistis dapat menjaga pasokan beras sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. Ini kunci menjaga kesejahteraan masyarakat,” tutup Fatmawati. (*)

```