Metro  

IKA Unhas dan AAS Foundation Salurkan Bantuan di 2 Lokasi Kebakaran

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) dan AAS Foundation, Senin 16 Oktober 2023, memberi bantuan kepada korban kebakaran di dua lokasi berbeda, yaitu di Jalan Moa-moa Baru ada empat rumah yang habis terbakar dan Jalan Serigala, Makassar, Sulawesi Selatan 12 rumah. Bantuan disampaikan langsung oleh Andi Amran Sulaiman, Founder AAS Foundation.

Puluhan kepala keluarga (KK) yang rumahnya terbakar, menerima langsung bantuan dari Amran. Bantuan yang diberikan berbentuk pangan, yaitu beras 20 karung berisi 100 kilogram, juga 10 karung gula pasir berisi 100 kilogram dan puluhan kardus mi instan.

“Bantuan tersebut cukup untuk menunjang hidup korban kebakaran selama tiga bulan ke depan. Dan kami dari AAS Foundation, saat ini dibantu AAS Community, IKA Unhas, juga BRI menyalurkan bantuan. Kita melebur dalam perbedaan. Hebatnya orang Sulsel itu, selalu bahu membahu saling membantu,” kata Amran.

Dia lalu bercerita dan mengenang, jika rumah keluarganya saat masih di bangku kuliah juga pernah habis terbakar, sehingga dirinya yang 12 bersaudara, harus tidur di bawah pohon dan membuat tenda untuk berlindung, dengan hanya mengkonsumsi mi instan saja.

Alasan itu, membuat Amran, selalu turun tangan membantu korban-korban kebaran dan bencana lainnya. Karena menurutnya, bencana itu adalah ujian. “Ujian bagi semua, ujian kesabaran bagi mereka yang terkena musibah karena kehilangan barang-barang, dan ujian bagi yang tidak terkena musibah, untuk tetap menjaga silaturahmi dan selalu beramal, juga berbuat baik,” serunya.

Mantan Menteri Pertanian era pertama Presiden Joko Widodo itu pun menegaskan, jika dirinya selalu membantu yang kesusahan. Kalau pun tidak bisa hadir, pasti akan ada perwakilan yang turun memberi bantuan. “Untuk para korban, agar selalu bersabar, karena setiap ujian akan ada hikmahnya,” pesannya.

Amran pun menegaskan, AAS Foundation, dan IKA Unhas, akan selalu ada untuk kemanusiaan. “Yang penting adalah saling membantu, mengulurkan tangan. Membantu itu bukan dilihat dari nilai materinya, tapi nilai ibadahnya, dan kita saling meringankan beban,” tegasnya.

Salah satu korban kebakaran di Jalan Serigala, Makassar, Subaedah, 65, mengaku sedih harus kehilangan rumahnya, yang mengakibatkan tidak ada barang tersisah sedikit pun dan sementara menumpang di rumah tetangga yang masih kerabat. “Kita sudah dapat bantuan sembako, beras, tapi sebenarnya masih butuh bantuan materil untuk membangun kembali rumah,” keluhnya.

Di Kota Makassar, sepanjang 2024, hingga Oktober Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mencatat, jumlah kasus kebakaran sebanyak 275 kejadian. Penyebab utama masih didominasi arus pendek atau korsleting listrik sebanyak 93 kasus. Ada juga kebocoran gas sebanyak 17 kasus, kelalaian akibat kompor enam kasus dan lilin dua kasus serta kebakaran alang-alang 114 kasus.

Dari jumlah kejadian itu, terdapat 119 unit rumah, 46 toko/kios, 27 unit gedung industri/perusahaan, 13 unit gudang dan 10 kendaraan terdampak kebakaran.

Sementara jumlah korban terdampak musibah kebakaran sebanyak 432 jiwa dengan 189 kepala keluarga dan korban luka 20 orang. Luas area terbakar total 18.510 meter persegi dengan kerugian materiil ditaksir senilai Rp16,8 miliar lebih. (*)