MAKASSAR, Linisiar.id – Para peselancar dunia maya atau sering disebut ‘netizen’ di sosial media Twitter, kini beramai-ramai menggalang kampanye, dengan men-tweet #LockDownNasionalSerentak.
Hingga saat ini, #LockDownNasionalSerentak berada di urutuan pertama paling populer di Indonesia.
“SALUS POPULI SUPREMA LEX Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi #LockdownNasionalSerentak,” tulis akun @GRMNg_Sadewo.
Diketahui, saat ini memang belum ada kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan LockDown Serentak. Namun, beberapa daerah di Indonesia mulai menetapkan ‘lockdown’ lokal atau karantina wilayah. Seperti, Bali, Tegal, Solo.
Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, memilih keputusan Lockdown di kota yang ia pimpin, adalah keputusan yang sangat dilematis untuknya. Kata dia, pembatasan keluar-masuk kota Tegal akan ditutup selama empat bulan.
“Diharapkan masyarakat memahami. Saya pribadi dilematis, bahkan kalau saya harus bisa memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka,” ujarnya, dilansir CNNIndonesia.com
Sementara itu, salah satu alasan presiden Republik Indonesia Joko Widodo belum melakukan Lockdown, katanya kebijakan menjaga jarak sesama manusia adalah kebijakan yang paling pas di negara yang ia pimpin.
“Di negara kita memang yang paling pas adalah physical distancing. Menjaga jarak, itu yang paling penting. Kalau itu kita lakukan, saya yakin kita semua bisa mencegah Covid-19 ini,” kata dia saat Rapat Terbatas Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid 19, disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3/2020) lalu.
Reporter: Efrat Syafaat Siregar
Editor: Rizal P













