MAKASSAR, LINISIAR.ID — Seusai resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 pada Senin (28/9/2026), Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., tetap menjalankan tugas sebagai dosen serta berbagai agenda akademik dan kelembagaan sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNM.
Salah satu agenda tersebut adalah menjalankan tugas sebagai promotor dalam Ujian Promosi Doktor Kiki Reski, S.Sos., M.Si. Kiki mempertahankan disertasi berjudul “Inovasi Pelayanan Digital di Rumah Sakit Umum Daerah I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur.”
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari tugas keseharian Prof. Andi Aslinda di lingkungan perguruan tinggi. Selain menjalankan tanggung jawab sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, ia tetap melaksanakan tugas tridarma sebagai dosen, termasuk membimbing mahasiswa program doktor hingga menyelesaikan studi.
Dalam kapasitasnya sebagai promotor, Prof. Andi Aslinda menyampaikan harapan agar penelitian Kiki Reski dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu administrasi publik sekaligus perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita tentu berharap organisasi publik terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan prima, yakni pelayanan yang mampu memenuhi harapan, bahkan melampaui ekspektasi masyarakat,” kata Prof. Andi Aslinda.
Menurut dia, model yang dihasilkan melalui penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kepentingan akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan.
“Semoga model yang ditawarkan melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Prof. Andi Aslinda juga menyampaikan pesan kepada Kiki Reski setelah berhasil menyelesaikan pendidikan doktor. Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan akhir dari proses belajar dan pencarian ilmu pengetahuan.
“Selamat atas gelar doktor yang telah diraih. Pesan saya, jangan pernah berhenti belajar dan teruslah mencari kebenaran melalui ilmu pengetahuan. Dalam dunia akademik, kebenaran harus selalu ditempatkan di atas kepentingan, kedekatan, maupun pandangan pribadi,” katanya.
Ia kemudian mengutip ungkapan Latin, “Amicus Plato, sed magis amica veritas,” yang berarti, Plato adalah sahabatku, tetapi kebenaran adalah sahabat yang lebih utama.
Pesan tersebut, menurut Prof. Andi Aslinda, menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi akademik. Ilmu pengetahuan harus terus dikembangkan dan diuji secara terbuka agar dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang diperoleh terus berkembang, diuji, dan digunakan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia turut menyampaikan penghargaan kepada keluarga Kiki Reski yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan akademik hingga berhasil meraih gelar doktor.
Di tengah berlangsungnya tahapan pemilihan Rektor UNM, Prof. Andi Aslinda tetap menjalankan aktivitasnya sebagai dosen, promotor mahasiswa doktoral, serta tugas-tugas akademik dan kelembagaan sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNM.













