Terima Kunjungan Satker PPK Sulsel, Kadis Perkimtan Harap Program KOTAKU Gowa Jadi Contoh Nasional

GOWA, Linisiar.id – Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin di dampingi Koordinator Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Nurlia Ruma menerima kunjungan monitoring satker PPK Provinsi Sulawesi Selatan, A. Nirma Yanti di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Selasa, (23/6).

Abdullah Sirajuddin mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat yang ada di Kelurahan Parangbanoa agar dapat ikut serta di dalam meningkatkan swadaya dan partisipasi untuk mensukseskan program KOTAKU.

Menurutnya program ini harus disukseskan dan masyarakat harus ikut menjaga di dalam pemeliharaan kegiatan Program KOTAKU untuk mengatasi permukiman kumuh yang ada di Wilayah Kabupaten Gowa khususnya Kecamatan Pallagga.

“Kami selaku pemerintah tidak henti-hentinya akan terus ikuti dalam memberikan fasilitas kepada masyarakat dan juga meminta bantuan kepada tokoh masyarakat yang ada di sana untuk dibantu di dalam melancarkan program tersebut,” kata Bang Doel sapaan akrabnya.

Abdullah Sirajuddin berharap program KOTAKU ini berjalan dengan baik dan menjadi tolak ukur bagi kesuksesan pelakasanaan program KOTAKU di Sulawesi Selatan bahkan di tingkat nasional.

“Kabupaten Gowa ini sudah mendapatkan predikat pelaksana terbaik program KOTAKU di wilayah 3 di Indonesia. Sehingga harus kita pertahankan. Perlu kita tingkatkan menjadi juara nasional itu harapan kita,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap agar masyarakat tetap memperhatikan Protokol Kesehatan saat pelaksanaan program KOTAKU. Mengingat kasus virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Gowa ini masih cukup tinggi.

“Jangan sampai para pekerja yang nantinya melaksanakan lapangan tidak menggunakan APD khususnya masker dan juga pelindung diri bagi kegiatan-kegiatan BKM yang di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator KOTAKU, Nurlia Ruma mengatakan sejauh ini pelaksanaan program KOTAKU di Kelurahan Parangbanoa sudah siap. Seperti dokumen teknis dan luasan pelakasanaan Program KOTAKAU.

“Di perencanaan kita harapkan selesai 4 bulan kedepan. Kita start dari turunnya anggaran yaitu bulan Juni ini dan Insya Allah sampai Oktober diharapkan selesai,” ujarnya.

Dirinya berharap peran serta masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menghadirkan Kota Tanpa Kumuh. Selain itu ia juga berharap Program KOTAKU ini bisa Direplikasi di Kecamatan-kecamatan lain dan Program ini tetap hadir tahun-tahun berikutnya sebagai upaya penuntasan permukiman kumuh di Kabupaten Gowa.