Senin, Maret 1, 2021

Terdampak Sengketa Lahan Lapangan Perdamaian, Rahmawati: Kami Siap Pindah Asal Ganti Rugi

Populer

LUWU, Linisiar.id – Warga Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu yang terdampak sengketa lahan Lapangan Perdamaian angkat bicara terkait hal ini.

Satu di antaranya ialah Rahmawati (40) yang kini telah membeli sebagian dari lahan sengketa itu. Dia mengaku siap angkat kaki dengan syarat ada ganti rugi kepada dirinya.

“Awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang tanah tersebut. Baru tahu belakangan ini. Saya hanya seorang pendatang dan membeli tanah itu. Jika memang pemerintah meminta kami pindah dari sini, maka kami siap untuk pindah. Asalkan kami mendapatkan ganti ruginya karena kami juga membeli tanah ini,” kata Rahmawati saat diwawancarai Linisiar.id, Kamis, (31/12/2020).

Ibu tiga anak ini juga mengaku rumahnya baru saja didirikan empat bulan yang lalu. Lahan yang dibeli Rahmawati itu diketahui belum memiliki sertifikat.

“Sebenarnya jika ada yang mau dituntut, maka yang patut dituntut itu pemilik tanah yang saya tempati untuk membeli,” tegasnya.

Dari pantauan linisiar.id di lapangan, ada beberapa kepala keluarga yang bermasalah dan terdampak dengan lahan seluas 10X100 meter tersebut. Satu di antaranya, ialah Rahmawati yang telah membangun rumahnya di situ.
Selain itu, ada pula satu kerangka bangunan yang berdiri di atas lahan tersebut.

Status lahan depan Lapangan Sepak Bola Perdamaian Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan diketahui merupakan lahan yang telah dihibahkan ke pemerintah.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu bersepakat bakal memberikan surat teguran kepada masyarakat yang berkaitan dengan Sengketa Lahan Lapangan Perdamaian.

Hal itu disimpulkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Luwu, Nur Alam Tagan dalam Rapat Mediasi Persoalan Sengketa Lahan Lapangan, di ruang Komisi I, Kantor DPRD Kabupaten Luwu. Selasa, (29/12/2020), lalu.

“Anggota DPRD akan turun ke lapangan bersama pihak-pihak terkait, memberikan surat teguran agar tidak mendirikan bangunan di lahan tersebut,” kata Nur Alam Tagan. (Fate)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru