Kampus  

Terapkan Konsep Triple Helix, PTS Siap Sesuaikan Kurikulum

Ketua ABPPTSI Sulsel Muh. Ridwan Arief dalam Rakernas II ABPPTSI di Hotel Gammara, 16 Juli 2019.
Bagikan

MAKASSAR, Linisiar.id – Korelasi Perguruan Tinggi (PT), pemerintah, dan dunia industri di Sulsel bakal lebih kuat. Kurikulum pembelajaran di kampus siap menyesuaikan dengan konsep triple helix.

Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) sementara menyiapkan konsep strategis untuk mensinergikan ketiga unsur tersebut. Ada 250 PTS dari seluruh Indonesia yang akan membahas konsep itu melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas), 16 hingga 17 Juli di Hotel Gammara, Makassar.

Ketua ABPPTSI Sulsel, Muh Ridwan Arief mengatakan, saat ini dunia industri bukan lagi melihat lulusan dari segi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saja. Namun lulusan yang memiliki kompetensi tinggi yang paling dicari.

Makanya proses akademik di setiap kampus sudah mesti bersinergi antara pemerintah dan industri. Bahkan boleh jadi, proses perkuliahan nantinya sudah bisa dilakukan di industri maupun pemerintahan secara langsung.

Konsep ini juga, kata Ridwan, merupakan program yang digaungkan Pemprov Sulsel. Di mana nantinya, mahasiswa maupun dosen yang ada di perguruan tinggi akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan industri maupun pemerintahan.

“Kalau triple helix sudah kita laksanakan, PTS akan menyesuaikan kurikulum karena yang terlibat ada industri dan pemerintah. Konsepnya direkomendasikan nanti teman-teman di kampus yang akan menyesuaikan pada konteks lokalnya,” terang Ridwan, Selasa 16 Juli.

Ketua ABPPTSI Pusat, Prof Thomas Suyatno, menyampaikan, penerapan konsep triple helix memang masih terkendala. Utamanya dalam menyiapkan ruang bagi perguruan tinggi untuk melakukan proses akademik di industri dan pemerintahan.

Namun, pihaknya akan terus menjaring berbagai pihak untuk menerapkan konsep ini. Khususnya dalam menyiapkan lapangan kerja bagi lulusan-lulusan perguruan tinggi.

“Ada beberapa asosiasi dagang dan industri yang akan kita ajak bekerja sama. Sekaligus nanti mereka mempresentasikan apa yang bisa dilakukan bersama,” ujarnya.

ABPPTSI juga akan menjalin kerja sama dengan 54 negara, Oktober mendatang. Hal ini bisa membuka ruang bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa maupun dosen.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *