Sabtu, Maret 6, 2021

Rapat BLT-DD di DPRD Barru Sempat Memanas, tapi Akhirnya Kondusif

Populer

BARRU, Linisiar.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Barru terkait Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) Cilellang diwarnai kericuhan, Rabu (3/2/2021).

Awalnya rapat yang digelar Komisi I DPRD Barru yang dipimpin Mursalim Abdullah, bersama kades Cilellang dan warga  berlangsung lancar.

Akan tetapi di penghujung rapat, suasana tiba-tiba memanas.

Hal itu bermula saat terjadi perdebatan antara anggota Komisi I Syamsuddin Muhiddin dengan kepala desa Cilellang H Rudi Hartono.

Syamsuddin Muhiddin yang diberi kesempatan berbicara oleh pimpinan rapat menegaskan jika seorang pemimpin seperti kepala desa harus menjaga kestabilan pemerintahan desa.

“Tetapi kalau seperti ini kondisinya, ada warga yang tidak mengetahui apa alasan sehingga namanya diganti sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD). Tentu langkah ini berpotensi menimbulkan ketidakstabilan,” kata Syamsuddin saat RDP.

Syamsuddin kemudian melayangkan pertanyaan ke Kades Cilellang terkait aduan warga kurang mampu yang dicoret sebagai penerima bantuan.

“Bagaimana dengan warga yang dicoret  apakah  bisa kembali didaftar namanya sebagai penerima BLT-DD,” ujarnya.

Suasana rapat pun semakin tegang.

Suara Kades Cillellang mulai meninggi saat menanggapi.

Dia mengatakan, siapa yang bisa bertanggungjawab kalau data penerima ini kemudian diubah, sedangkan yang sudah terdaftar namanya telah diapload ke pusat.

Seketika para pendamping warga desa Cilellang ikut bersitegang, lalu berteriak bahwa kades ini memang bertindak sepihak dengan begitu mudahnya mengganti nama warga sebagai penerima BLT-DD.

Beberapa pendamping berteriak secara bergantian menunjuk pimpinan sidang  Mursalim Abdullah yang juga ketua Komisi I dan Kades Cilellang.

Pendamping warga seperti Abdul Malik, Muhammad Adil dan beberapa orang lainnya menunjuk-nunjuk pimpinan sidang dan kades Cilellang.

Melihat situasi bertambah tegang. Pimpinan sidang Mursalim Abdullah mengusir Abdul Malik untuk meninggalkan ruang rapat.

Langkah itu tidak meredakan suasana.

Tampak Camat Mallusetasi yang ikut mendampungi Kades Cilellang beberapa kali berusaha menenangkan peserta RDP, namun tetap saja suasana menjadi gaduh.

Apalagi saat itu Malik dan Adil kembali masuk lagi ke area ruang rapat berteriak bahwa sebagian anggota dewan tidak menghargai aspirasi warga yang dicoret namanya.

Suasana tegang ini hampir berlangsung satu jam.

Mursalim Abdullah yang terus berupaya meredakan suasana tegang meminta maaf dan diterima para perwakilan warga. Hingga suasana pun kembali cair.

Kontributor: Akbar HS

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru