Minggu, Februari 28, 2021

Puluhan Warga Mamuju Korban Gempa Mengungsi di Kabupaten Barru

Populer

BARRU, Linisiar.id – Puluhan warga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang menjadi korban gempa bumi mengungsi di Kabupaten Barru. Mereka tiba dari Mamuju pada Minggu (17/1/2021) malam. Saat ini para pengungsi berada di salah satu rumah warga di Awwerange, Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja.

Para pengungsi terdiri dari beberapa kepala keluarga. Selain orangtua dan sejumlah orang dewasa, juga ada balita turut jadi korban dan ikut mengungsi di bumi hibdirah.
Kondisi para pengungsi juga terlihat memperihatinkan. Pakaian yang mereka punya seadanya. Ditambah lagi, ada balita yang membutuhkan perhatian khusus.

“Jumlahnya ada 42 orang keseluruhan. Mereka keluarga dan kerabat istri saya. Semuanya dari Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju,” kata Andi, pemilik rumah yang membawa para pengungsi tersebut menyelamatkan diri keluar dari Mamuju, Selasa (19/1/2021).

Andi yang berdomisili di Barru ini mengatakan, awalnya dia berangkat ke Mamuju untuk melihat kondisi mertuanya pasca gempa magnitudo 6,2 meluluhlantakkan Sulbar.

Ia membawa bantuan bekal makanan. Namun, setelah sampai di lokasi di desa yang terbilang terpencil itu, mertua dan keluarga istrinya yang lain sudah tidak mau lagi tinggal dan meminta agar dikeluarkan dari Mamuju. 

Andi pun merasa kasihan dan memutuskan memboyong mereka ke Barru. Apalagi korban merasa trauma pasca diguncang gempa.

“Saya bersaksi melihat semua kejadian di sana sangat menakutkan. Rumah mertua dan keluarganya yang lain runtuh. Rata dengan tanah. Di samping kiri kanan rumahnya, warga histeris setiap kali ada gempa. 

“Sepanjang jalan yang dilalui di desa itu banyak warga butuh pertolongan. Banyak yang luka-luka. Belum ada medis yang menolong, karena Desa Tampalang lokasinya terpencil. Sekitar 30 kilo meter dari ibu kota Kabupaten Mamuju,” tutur Andi menangis.

Andi juga menyebutkan, banyak warga Sulbar masih butuh pertolongan. 
Mereka yang ada di Desa Tampalang, menurut dia, tidak lagi berharap sumbangan makanan, meski membutuhkan, tetapi mereka lebih baik keluar dari Kabupaten Mamuju untuk mengungsi menenangkan diri sampai keadaan aman.

“Di sana sudah tidak aman. Beberapa kali gempa. Mereka semua ketakutan. Saya berharap ada yang memfasilitasi mereka untuk keluar dari Mamuju sementara waktu. Khususnya keluarga istri saya. Kondisi  disana mengkhwatirkan. Belum lagi banyak informasi terdengar akan ada gempa disertai tsunami. Itu yang bikin mereka cemas dan menangis,” ungkapnya.

Camat Soppeng Riaja, Charly Fischer dan pihak Puskesmas terdekat sudah mendatangi lokasi pengungsian tersebut. Mereka telah berdiskusi dengan para pengungsi, termasuk menginventarisir kebutuhan dan memantau kondisi para pengungsi. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru