Senin, Maret 1, 2021

Pengrajin Sagu KWT Pangkaroang Bulawang Luwu Keluhkan Harga Sagu Turun saat Pandemi

Populer

LUWU, Linisiar.id – Seorang Pengrajin Sagu KWT Pangkaroang Bulawang, Dusun Pangkaroang Bulawang Desa Langkidi Kacamata Bajo, Luwu Nayati mengeluhkan harga sagu yang turun saat pandemi covid-19 ini.

“Di masa pandemi dan hari Natal 2020 juga tahun baru 2021 harga sagu menurun, biasanya sagu dijual Rp 200 ribu perkarung sekarang hanya dijual Rp 150 ribu saja,” keluhnya kepada linisiar.id, Senin, (4/1/2021).

Perempuan 50 tahun ini mengatakan dirinya telah lama bekerja pada kelompok usaha KWT Pangkaroang Bulawang. Dia merasa bersyukur, dengan usaha itu bisa menguliahkan dua anaknya dan satu anaknya yang telah lulus SMA.

Meski pandemi saat ini cukup menyulitkan dirinya, pendapatannya sehari-hari mampu mencukupi kebutuhannya.

“Gaji saya biasa Rp 100 ribu perhari, tapi bisa meningkat Rp 150 ribu jika banyak pelanggan,” ucapnya.

Selain harga sagu yang turun, terkadang mereka harus membeli pohon sagu dari luar sebab pohon sagu yang dikelola tersebut kurang bagus.

Dia menuturkan, ada sekitar 6 hektar lahan sagu yang dikelola masyarakat setempat dengan perbulannya mencapai 300 kilogram sagu.

Usaha sagu itu kemudian biasa diolah menjadi kue, makanan khas, dan ampasnya bisanya dijadikan makanan ternak. Sagu tersebut juga dijual ke pasar-pasar tradisional Luwu, luar daerah, dan sampai ke luar Selawesi Selatan.

Di Luwu sendiri sagu basah biasanya dijual Rp 10 ribu pertiga kilo dan sagu kering biasanya Rp 10 ribu perkilogram. (Fate)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru