Rabu, Desember 8, 2021

Pemuda Muhammadiyah Sulsel Siapkan Calon Pemimpin Melalui Madrasah Politik dan Siber

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id –  Tingginya syahwat politik kader muda Muhammadiyah adalah suatu energi yang patut diorganisir dengan baik dan benar. Ia tak boleh dibiarkan liar, mesti dipandu dan diarahkan serta dibekali dengan kompetensi pengelolaan kepemimpinan yang ideal.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Elly Oschar menyatakan bahwa Pemuda Muhammadiyah memang butuh wadah dan forum untuk menempa kompetensi dirinya.

“Pemuda Muhammadiyah adalah tempat menempa diri karena merupakan ortom terakhir kader Muhammadiyah sebelum terjun langsung pada berbagai bidang dan sektor, baik itu sebagai kader umat, persyarikatan maupun sebagai pemegang sektor pemerintahan pada masa mendatang,” ungkapnya dalam kegiatan pembukaan Madrasah Politik dan Siber, di Hotel Jolin Makassar, Jumat, 29 Oktober 2021.

Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Prof Dr Ambo Asse, menimpali bahwa berkuasa dengan benar yang diusung PM Sulsel adalah sebuah tema baru yang menarik dan bernuansa kritik.

“Ini suatu kesyukuran bahwa PM telah berpikir ke depan tentang kekuasaan, yakni bagaimana berkuasa yang benar dan kekuasaan yang benar. Jadi ini ada etika politik,” jelasnya.

Ia menambahkan, maksud salah satu yang menyatakan Allah yang berkuasa atas segala sesuatu harus menjadi rujukan PM, sehingga jika berkuasa ia menjadikan sifat Allah sebagai pegangan.

“Kita berharap kader yang punya syahwat politik, silahkan dan kita dukung tetapi tetaplah pegang identitas kekaderannya dengan orientasi untuk mewujudkan masyarakat utama atau masyarakat yang sebenar-benarnya. Untuk itu, baiklah juga dalam memilih kendaraan, setidaknya partai politik yang sama visi dan perjuangannya dengan Muhammadiyah,” jelasnya.

Dalam kesempatan lain, Plt. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melalui video conference menegaskan bahwa berpemuda Muhammadiyah adalah modal penting dalam memegang pemerintahan di masa mendatang, karena ada bekal berupa marwah latar belakang organisasi serta akhlak yang baik.

“Pemuda harus melek perpolitikan, cerdas dan mumpuni serta adapatif dalam infoemasi dan teknologi. Anak muda Muhammadiyah bagi kami selama ini telah terdepan dalam mendidik kadernya, selalu ada upaya inovasi dan terobosan-terobosan yang terlihat maupun yang terlihat,” pungkasnya.

Kegiatan madrasah politik dan siber Pemuda Muhammadiyah Sulsel ini akan berlangsung selama tiga hari, 29-31 Oktober 2021.

Diikuti 60 peserta dari 23 pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah se-Sulsel, dan akan diisi oleh 25 narasumber dari unsur kepala daerah, politisi, dan akademisi bidang hukum dan pemerintahan.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru