Pandemi Corona Tak Halangi Upaya Bupati Enrekang Genjot Pencegahan Stunting

Dalam upaya pencegahan stunting dan dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten Enrekang menggelar “Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting” di pendopo Rumah Kabatan Bupati Enrekang, Kamis (26/6/2020)

ENREKANG, LINISIAR.ID – Dalam upaya pencegahan stunting dan dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten Enrekang menggelar “Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting” di pendopo Rumah Kabatan Bupati Enrekang, Kamis (26/6/2020).

Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh OPD tersebut, juga diluncurkan pendampingan di 22 desa Lokus Stunting Kabupaten Enrekang.

Bupati Enrekang, H Muslimin Bando, dalam sambutannya mengatakan meskipun di tengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan pemerintah setempat dalam upaya pencegahan stunting.

“Semoga angka penderita stunting di Enrekang bisa diminimalisir dengan tetap melalukan intervensi kepada keluarga yang masuk kategori stunting,” katanya.

Untuk itu semua stakeholder telah dilibatkan mulai dari Dinas Kesehatan, PKK, Baznas, dan jajaran OPD.

Langkah yang dilakukan mulai dari perbaikan gizi dan kesehatan, serta ketahanan rumah tangga seperti menekan angka kelahiran.

“Di Enrekang ada 22 lokasi khusus dari 129 desa kelurahan di Kabupaten Enrekang yang sudah kita intervensi maksimal dalam melakukan menekan angka stunting,” tambahnya.

Sasaran Pendampingan Gizi

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno, mengatakan fokus kegiatan pendampingan gizi adalah mendampingi keluarga dengan sasaran umur kelompok 1000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Dijelaskan tujuan dari program pendampingan gizi adalah untuk melaksanakan intervensi penanggulangan stunting di tingkat masyarakat secara terintegrasi.

“Dengan target pemerintah kabupaten adalah menurunkan prevalensi stunting dari target 35,65 persen tahun 2020 menjadi 19,5 persen di tahun 2023,” pungkasnya.(*)