Musda Golkar Pinrang November 2026: Usman Marham Tekankan Regenerasi dan Kader Berpengalaman

Ketua DPD II Golkar Pinrang, Usman Marham, menyampaikan pandangannya soal regenerasi kepemimpinan menjelang Musda Golkar Pinrang, Selasa (13/10/2026).
Ketua DPD II Golkar Pinrang, Usman Marham, menyampaikan pandangannya soal regenerasi kepemimpinan menjelang Musda Golkar Pinrang, Selasa (13/10/2026).
Bagikan

Ia menilai survei diperlukan untuk memetakan tingkat ketokohan para bakal calon, baik di lingkungan internal partai maupun di tengah masyarakat. Hasilnya diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat potensi kader yang akan memimpin Golkar di tingkat kabupaten.

“Memang survei elektabilitas perlu dilakukan. Ini untuk mengetahui tingkat ketokohan bakal calon di daerahnya, baik eksternal maupun di internal Golkar,” kata Usman, Selasan13 Oktober 2026.

Menurut dia, survei dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai posisi dan potensi para figur yang dipersiapkan mengikuti kontestasi kepemimpinan partai.

“Ini juga menjadi dasar objektif bagi DPD Golkar Sulsel untuk melihat potensi agar yang maju adalah kader-kader Golkar potensial. Tepat sekali survei ini dilakukan oleh DPD Golkar Sulsel,” tuturnya.

Usman membenarkan bahwa survei bakal calon Ketua DPD II Golkar Pinrang telah berjalan. Ia juga menyebut telah melaporkan perkembangan persiapan Musda kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin.

Dukungan terhadap survei tersebut memperlihatkan bahwa proses menuju Musda tidak hanya berkaitan dengan dinamika dukungan antarkader. Pemetaan potensi figur juga menjadi bagian dari tahapan yang perlu diperhatikan sebelum kepemimpinan baru ditentukan.

Meski demikian, hasil survei bukan satu-satunya hal yang disoroti Usman. Ia juga menempatkan pengalaman berorganisasi dan kemampuan menjalankan mekanisme partai sebagai pertimbangan penting dalam menentukan calon pemimpin.

Dalam pandangan Usman, seorang Ketua DPD II Golkar Pinrang tidak cukup hanya memiliki popularitas atau dikenal masyarakat. Figur yang maju juga harus memahami bagaimana organisasi dijalankan, keputusan diambil, dan kebijakan partai dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *