Daerah  

Korban Longsor Meninggal Menjadi 5 Orang

Bagikan

LUWU, LINISIAR.ID – Warga Desa Dampan, Kecamatan Bastura, Luwu, beranama Rantang, 50 tahun Selasa (27/2) pagi, dilaporkan keluarga menghilang. Tapi kemudian siang hari ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi, karena tertimbun material longsor dikemiringan 45 derajat.

Saat ini, tim Sar gabungan pun masih berusaha melakukan evakuasi, termasuk membersihakan material, untuk membuka akses jalan yang masih tertutup sepanjang 100 meter. Longsor terjadi Senin (26/2) pagi, itu lantaran hujan dengan intensitas lebat terjadi sejak Minggu (25/2) malam, menyebabkan terjadi gerakan tanah alias tanah longsor di Jalan poros Desa Bonglo, yang menutupi badan jalan.

Akibatnya, lima orang meninggal dunia, dan 10 orang ditemukan dalam kondisi luka-luka. Namun lima orang sudah pulang ke rumah masing, masing, sisanya lima orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Bastem Utara. Dan satu orang dinyatakan hilang atas nama Rantang, 50, warga Desa Dampan, Kecamatan Bastura, Luwu.

Tidak hanya itu, 15 unit motor dan dua mobil, sempat tertimbun material longsor. Dan 12 motor dan satu mobil, sudah berhasil dievakusi, dengan menggunakan dua buldozer dan satu eskavator milik Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang Kementerian PUPR.

“Saat mulai terjadi longsoran-longsoran kecil, warga dan pengendara tetap memaksakan untuk melintas dengan cara saling bantu mendorong kendaraan dan saat melintas terjadi longsor susulan yang membuat kendaraan bersama warga tertimbun material longsor,” sebut Amson Padolo, Kepala Pelaksana BPBD Sulsel.

Hingga kini, masih dilakukan pencarian dan pendataan, serta pembukaan posko informasi untuk melapokan, apabila ada masyarakat yang kehilangan keluarganya. “Karena ini kan kejadian di jalan, bukan di pemukiman, katanya.

Dan kondisi terkini, akses jalan masih tidak bisa dilalui kendaraan roda dua atau pun roda empat. Dan potensi longsor masih bisa saja terjadi, karena kondisi cuaca yang masih buruk. “Tapi kita terus berupaya. Tim Sar gabungna berjumlah 29 orang menyisir bagian bawah tebing dan alat berat juga membersihkan sisa material,” lanjut Amson.

Penjabat (Pj) Bupati Luwu, M Saleh berharap agar cuaca bisa bersahabat. “Kemarin pencarian dan pembersihan material longsor terhenti, lantaran hujan lebat yang masih terus terjadi. Kita tentu khwatir terjadi longsor susula. Semoga hari ini, semua berhasil dievakuasi, dan yang hilang bisa ditemukan,” harapnya.

Meski akses terputus, Saleh mengaku, tidak ada warga yang terisolasi, lantaran jalan tersebut merukapan akses menjuk kabupaten tetangga, Kabupaten Toraja Utara, dan masih ada jalan alternatif. “Tapi kami tetap meminta bantuan semua pihak, baik BPBD dan Bulog untuk bisa membuat dapur umum, dan menyalurkan beras cadang ke sekitar lokasi bencana,” akunya.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Makassar Mexinaus Bekabel menyebutkan, timnya masih terus melakukan penyisiran bersama tim lainnya, dengan melukan evakuasi pencarian dan pertolongan pada titik terakhir ada korban ditemukan. (**)

```