Ketua Nasdem Wajo Minta Bawaslu Berani Tindak Prilaku Politik Uang

WAJO, Linisiar.ID – Partai Nasdem Wajo memberi apresiasi ke calegnya yang mulai menertibkan sendiri Alat Peraga Kampanye (APK) yang dijadikan polemik karena terpasang di sejumlah tempat di wilayah perkotaan.

Ketua DPD Nasdem Wajo, Andi Gusti Makkarodda mengatakan, langkah caleg partainya yang berinisiatif meminta simpatisannya sendiri menurunkan secara berangsur APK yang terpasang, harusnya diikuti oleh partai lain.

“Partai kami sudah mulai menertibkan sendiri APK yang dijadikan polemik. Kami harap partai lain segera lakukan hal yang sama,” kata Andi Gusti melalui rilisnya, Selasa (2/10/2018).

Sekadar diketahui, jauh sebelum atribut caleg Nasdem terpasang dan dijadikan polemik, sejumlah atribut sosialisasi dari caleg dan parpol lain, justru sudah terpasang. Bahkan cenderung tak ada yang mempermasalahkan.

Sebagian ada atribut partai yang nyata-nyata terpasang di pohon dan tiang listrik. Di samping itu, beberapa desain parpol yang mencoba menggiring bupati dan wakil bupati terpilih dengan memuat gambar di alat peraga yang disebarnya.

Menurut Andi Gusti, jika hanya caleg atau partainya saja yang menertibkan APK, maka ia meminta Bawaslu dan Gakkumdu segera turun tangan. Jangan sampai terjadi konflik horizontal.

“Sebaiknya Bawaslu, KPUD dan Pemda serta Gakkumdu memperlakukan peserta pemilu dengan adil. Jangan ada kesan main mata. Masih banyak APK di pohon, masih banyak APK bertema pilkada. Saya berharap bawaslu dan pemda segera tertibkan juga. Jangan hanya Nasdem saja dipermasalahkan,” tambahnya.

Selain itu, Andi Gusti yang juga anggota DPRD Wajo, kembali mengingatkan agar Bawaslu tidak terlalu terfokus pada permasalahan APK semata. Lebih dari itu, tegas dan berani turun tangan melakukan penindakan terhadap perilaku politik uang yang jelas-jelas di depan mata.

“Jelas dan nyata banyak caleg dari partai lain yang membagi pos ronda, televisi, sertu, bahkan sudah ada yang membagi uang. Bawaslu kami harap gunakan semua kewenangan yang dimiliki jangan tutup mata,” imbaunya.