JAKARTA, Linisiar.id – Banjir bandang yang melanda Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), yang menyebabkan sejumlah warga tewas dan kerusakan rumah warga, perkantoran, maupun fasilitas umum lainnya, mendapat perhatian pemerintah pusat.
Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara akan segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk korban banjir di Luwu Utara itu. Totalnya mencapai Rp 1,98 miliar.
Juliari mengatakan, bantuan pertama diberikan untuk korban meninggal. Dari data sementara, tercatat 23 korban meninggal yang ditemukan.
“Semua ahli waris korban akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta,” kata Juliari dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Sehingga total santunan kematian mencapai Rp 345 juta. Kemudian bantuan perlengkapan kebersihan senilai Rp 500 juta. Bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp 1 miliar. Sisanya untuk bantuan lain.
Banjir bandang melanda Masamba dan sekitarnya, Senin (13/7/2020) lalu. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Rabu (15/7), menyebutkan, sebanyak 156 Kepala Keluarga (KK) atau 655 jiwa yang mengungsi. Total 4.202 KK atau 15.994 jiwa yang terdampak banjir.
Mengutip tempo, Juliari mengemukakan, pihaknya mengupayakan pemberian santunan bisa dipercepat. Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah memverifikasi dan melakukan validasi ahli waris.
“Verifikasi dan validasi dari pemerintah setempat, kalau dinyatakan clear, confirm ada suratnya, kita kasih, itu prosesnya cepat sekali lah,” kata menteri.
Selain santunan kematian, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan berupa logistik dan makanan kepada para pengungsi banjir di Luwu Utara.
Menurut Juliari, Kemensos sudah menyiapkan bansos tambahan untuk korban banjir khususnya anak-anak.
Dijelaskan, pengungsi anak-anak yang menjadi korban banjir di Luwu Utara membutuhkan asupan khusus dan berbeda dengan orang dewasa.
“Popok, selimut, lengkap ada kasur, yang paling penting sekarang ada makanan juga,” tambahnya. (*)













