Kapal Kemanusiaan dari Sulsel Angkut 75 Ton Logistik Bantuan Gempa Lombok

Andi Sudirman Sulaiman lepas kepal kemanusiaan untuk Lombok di Pelabuhan Makassar. (IST)

MAKASSAR, Linisiar.ID – Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan bantuan ke lokasi bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapal kemanusiaan yang mengangkut 75 ton barang logistik ini berangkat menuju Lombok, melalui Pelabuhan Soekarno Hatta IV, Makassar, Selasa, (18/09/2018).

Kapal kemanusiaan ini juga dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, secara simbolis dengan penabuhan gendang.

Adapun 75 ton bantuan tersebut terdiri atas 25 ton beras, 3.500 dos air mineral, pakaian baru dari pedagang Pasar Butung dan beberapa donatur, popok bayi dan pembalut wanita, sembako, tenda, terpal, serta perlengkapan salat.

Direktur ACT Sulsel, Syahrul Mubaraq, mengatakan pihaknya berkomitmen akan memberikan bantuan secara berkala kepada korban gempa Lombok selama tiga bulan.

“Ini yang kedua, cuma memang karena kita langsung buat tagline Sulawesi Selatan bersama Lombok maka kita jadikan momentum pengiriman kedua ini sebagai launching gerakan Sulsel bersama Lombok,” kata Syahrul Mubaraq.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menuturkan, Pemprov Sulsel juga telah mengirim tim bantuan ke Lombok melakukan tugas selama seratus hari. Jika masih dibutuhkan, akan kembali dikirim bantuan tenaga di Lombok, hingga kondisi di sana benar-benar pulih.

“Sulsel harus benar-benar hadir disana. Kalau perlu, bangun posko sendiri disana. Aksi Cepat Tanggap silakan koordinasi dengan Dinas Sosial, jika memang masih dibutuhkan bantuan-bantuan seperti tenaga kesehatan, atau tenaga pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan Pelindo IV, Yon Irawan, menuturkan, aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap Lombok. Pelindo secara institusi turut memberikan bantuan yang akan diangkut di kontainer ini. Ada juga bantuan dari perusahaan yang telah disalurkan ke daerah Lombok.

“Pelindo membebaskan biaya container handling cash. Memang tidak banyak kontribusi kami, tapi semoga dapat mengurangi beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa,” imbuhnya.

Direktur PT Meratus Line, Slamet Rahardjo, menyampaikan, bantuan dari Sulsel akan diangkut menggunakan kapal Meratus. Sama seperti Pelindo, Meratus membebaskan sejumlah biaya untuk kapal kemanusiaan ini.

“Bantuan yang diangkut ada berupa beras dan lain-lain.

Ustad Das’ad Latief juga hadir pada acara tersebut, untuk membawakan tausiah dan doa bersama.