Ini Penjelasan Bapenda Palopo terkait BPHTB

ilustrasi

PALOPO, LINISIAR.ID – Wali Kota Palopo diwakili Sekretaris Daerah Kota Palopo Drs Firmanzah DP didampingi Kepala Inspektorat Kota Palopo, Asir Mangopo, serta perwakilan dari Bapenda Palopo mengikuti rapat koordinasi tersebut di ruang kepala pimpinan Bappeda.

Disampaikan Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran dan Penetapan Bapenda Palopo, Mustafa P, S.AN, BPHTB adalah sebuah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan.

Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan.

BPHTB dikenakan terhadap orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan tersebut.

“Dapat diartikan bahwa setiap orang atau badan mempunyai nilai lebih atas tambahan atau perolehan hak dimana tidak setiap orang dapat  memiliki kemampuan lebih untuk memperoleh tanah dan atau bangunan,” terang Mustafa pada 20 September 2020.

BPHTB dinamai Bea, bukan Pajak. “Perlu kita pahami bahwa terdapat beberapa ciri khusus yang membedakan bea dengan pajak,” tambahnya.

Pertama, pembayaran pajak terjadi lebih dahulu daripada saat terutang. Sebagai gambarannya, pembeli tanah bersertifikat sebelum melakukan transaksi atau sebelum akta dibuat dan ditandatangani, diharuskan untuk membayar BPHTB.

Kedua, frekuensi pembayaran bea terutang dapat dilakukan secara insidensial atau berkali-kali dan tidak terikat waktu atau fleksibel.

“Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berbeda dengan pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Adapun dasar hukum yang mengatur Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB diatur dalam UU No. 21 Tahun 1997 dan perubahannya dalam UU No. 20 Tahun 2000.

Dalam peraturan ini, disebutkan bahwa perolehan hak atas tanah dan bangunan tidak hanya meliputi jual beli saja. Akan tetapi, perolehan hak atas tanah dan bangunan yang dikenakan bea perolehan juga berlaku terhadap.(*)