Jumat, Mei 27, 2022

Hasnah Syam Bersama BPOM Pantau Jajanan di Barru, Pastikan Layak Dikonsumsi

Populer

LINISIAR.ID, BARRU – Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Nasdem drg Hasnah Syam, MARS bersama Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar Dra Hardaningsih, Apt MHSM turun langsung melakukan pemantauan pusat kuliner di jalan AP Pettarani Barru, Selasa (12/4/2022).

Pemantauan tersebut dilakukan seusai kegiatan sosialisasi tentang Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama penggiat PAUD.

Kepada awak media, Hasnah Syam yang akrab disapa Bu Dokter, menjelaskan pemantauan ini dilakukan bersama BPOM yang merupakan mitrakerja Komisi IX DPR RI yakni untuk memastikan makanan dan minuman yang dijajakan betul-betul aman dan layak dikonsumsi.

“Pemantauan ini dimaksudkan untuk memastikan apakah makanan dan minuman pembuka puasa (takjil) yang dijajakan betul-betul bersih dan aman untuk dikonsumsi”, kata Hasnah Syam.

Dia menyebutkan, di tengah pemantauan pihak BPOM langsung mengambil sampel dan melalukan uji laboratorium pada mobil unit lab BPOM di lokasi itu.

Dari hasil uji lab yang dilakukan BPOM menurut Hasnah Syam, semuanya hasilnya negatif dan layak untuk dikonsumsi.

“Begitupun dagangan di pasar Mattirowalie tadi kurang lebih sama prosesnya. Dari jumlah 25 sampel yang diambil, semua hasilnya baik dan bisa dikonsumsi,” ujarnya.

Ditambahkan, bulan Ramadhan khususnya, sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk membeli makanan jadi.

Maka terkait dengan itu perlu edukasi kepada masyarakat untuk memastikan bahwa makanan yang dibeli betul-betul aman untuk dikonsumsi.

Sebelumnya, Hasnah Syam bersama BPOM juga melakukan pemantauan di Pasar Mattirowalie Barru, tak jauh dari pusat kuliner jajanan buka puasa.

Kepala Balai Besar POM di Makassar Hardaningsih mengatakan dari hasil sidak pasar pemeriksaan makanan diambil sejumlah sampel beberapa pangan segar maupun pangan olahan yang terdiri dari sejumlah makanan.

“Hari ini kita melakukan sidak pasar, kita masuk di pasar tradisional. Disitu kita sampling beberapa pangan segar maupun pangan olahan dimana disitu ada mie kuning basah, bakso, prozen, nuget-nuget, tahu, termasuk cumi yang segar , ada ikan.

“Di pasar Mattirowalie ada 25 sampel ternyata semua negatif dan tidak ditemukan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan,” kata Hardaningsih.

Kemudian kata Dia, kegiatan serupa dilanjutkan kembali pada penjual yang ada dipinggir jalan dengan sajian berupa takjil. Tepatnya sepanjang jalan AP Pettarani Mattirowalie.

“Penjual takjil makanan kita sampel juga, mulai dari minuman, kue-kue ada warna pink, ada bakso juga, ada kempol, ada tahu seperti itu sebanyak 16 sampel yang kelihatannya yang dijual hampir mirip-mirip dan dari 16 sampel kita periksa ternyata tidak ada yang ditemukan bahan makanan berbahaya,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru