MAKASSAR, LINISIAR — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Sulsel menggeser paradigma lama penerimaan siswa baru jenjang sekolah dasar yang kerap membebani anak dengan tes baca, tulis, dan hitung (calistung) instan.
Lewat penguatan kapasitas puluhan pendidik PAUD se-Sulsel di Gedung PKK Sulsel, pendekatan belajar diarahkan sepenuhnya pada metode yang memanusiakan anak.
Langkah ini dirancang agar satuan pendidikan dasar dan PAUD di 24 kabupaten/kota memiliki keselarasan metode.
Pembelajaran awal kini difokuskan pada pemenuhan enam kemampuan fondasi: penanaman nilai budi pekerti, kecakapan sosial-bahasa, kematangan emosi pencegah perundungan, stimulasi kognitif yang luwes, motorik mandiri, serta pembentukan rasa senang belajar.
Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan menekankan bahwa transisi yang ramah anak merupakan investasi generasi jangka panjang yang melampaui target visi Indonesia Emas 2045.
Kunci keberhasilan implementasi di lapangan bertumpu pada keselarasan tiga simpul utama: Bunda PAUD di daerah, guru di kelas, dan peran aktif orang tua di rumah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan sinergi ini akan terus dikawal secara berkala ke tingkat daerah, memastikan setiap anak memulai bangku sekolah dasar tanpa rasa takut dan trauma belajar sejak hari pertama.













