Parepare, Linisiar.id – PSM Makassar harus menelan kekalahan saat menjamu Madura United FC pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora B. J. Habibie, Parepare, Sabtu (31/10/2026), Juku Eja takluk dengan skor tipis 0-1.
Gol tunggal kemenangan Madura United dicetak Iran da Conceicao Goncalves Junior atau Iran Junior pada menit keenam melalui umpan matang Gali Freitas. Gol cepat tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang memperlihatkan dominasi statistik PSM, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol.
PSM sebenarnya memulai pertandingan dengan tekanan tinggi. Pada menit kedua, sepakan Fahrul Aditia masih menyamping dari gawang, disusul peluang Lars Veldwijk semenit kemudian yang belum membuahkan hasil.
Namun, Madura United justru berhasil mencuri keunggulan lebih dahulu. Pada menit keenam, Iran Junior sukses menuntaskan peluang untuk membawa tim tamu unggul 1-0.
PSM sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan setelah mendapat hadiah penalti akibat handball pemain Madura United. Sayangnya, eksekusi Stefan Jevtoski berhasil ditepis kiper tim tamu. Bola muntah yang disambut sundulan Luka Bulatovic juga belum menemui sasaran.
Tertinggal satu gol, PSM terus meningkatkan intensitas serangan. Dominasi tuan rumah terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 53 persen serta 23 percobaan tembakan. Namun, hanya lima tembakan yang mengarah tepat ke gawang.

Memasuki babak kedua, PSM semakin gencar menggempur pertahanan Madura United demi mencari gol penyeimbang. Peluang emas hadir melalui kemelut di depan gawang pada menit ke-79. Selanjutnya, tembakan keras Lars Veldwijk pada menit ke-86 masih melebar dari sasaran.
Menjelang pertandingan berakhir, kiper Madura United tampil gemilang dengan melakukan dua penyelamatan krusial. Pada menit ke-89, ia berhasil mengamankan sundulan pemain PSM, kemudian menggagalkan tendangan jarak jauh Victor Luiz.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan Madura United.
Kekalahan PSM semakin memperlihatkan persoalan efektivitas penyelesaian akhir. Meski mendominasi sejumlah aspek permainan, Juku Eja gagal memaksimalkan peluang yang tercipta.
Selain unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, PSM juga mencatatkan 11 tendangan sudut, jauh lebih banyak dibandingkan Madura United yang hanya memperoleh dua kesempatan.
Dari sisi distribusi bola, PSM membukukan 308 umpan sukses dan 100 umpan gagal. Sementara itu, Madura United mencatatkan 276 umpan sukses serta 67 umpan gagal.
PSM juga lebih banyak melakukan pelanggaran dengan 15 kali, sedangkan Madura United mencatatkan 10 pelanggaran. Dalam catatan disiplin, tuan rumah menerima satu kartu kuning dan tim tamu memperoleh dua kartu kuning. Tidak ada pemain yang menerima kartu merah.
Pertandingan tersebut disaksikan 1.775 penonton di Stadion Gelora B. J. Habibie. Hasil ini menjadi catatan bagi PSM bahwa dominasi permainan dan banyaknya peluang tidak selalu menjamin kemenangan.
Sebaliknya, Madura United menunjukkan efektivitas dengan memaksimalkan satu peluang tepat sasaran menjadi gol yang membawa pulang tiga poin dari Parepare.













