Kampus  

FTI UMI Siap Produksi Disinfektan untuk Rumah Ibadah di Makassar

Bagikan

MAKASSAR, Linisiar.id – Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Dr Ir Zakir Sabara HW, ST, MT, ASEAN Eng menyatakan pihaknya siap memproduksi cairan disinfektan untuk digunakan diseluruh rumah ibadah di Makassar.

“Pandemi Covid-19 ini sudah meluas. Jangan menunggu terpapar baru mengeluarkan kebijakan, ayo sekarang waktunya, kami siap membantu,” ujar Zakir Sabhara.

Dia mengatakan membuat disinfektan untuk menangkal segala macam bakteri dan virus yang menempel baik di lantai dan dinding bisa dilakukannya, asalkan semua bahan tersedia di pasaran.

Setelah merebaknya pandemi Covid-19 ini, baik masker, hand sanitizer maupun disinfektan juga menjadi sesuatu yang sulit dijumpai saat ini.

“Yang terjadi sekarang ini adalah kelangkaan. Kami berharap kehadiran pemerintah di sini dalam melakukan pengawasan dan menjamin ketersediaan bahan bakunya,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya melalui jejaring perguruan tinggi siap membantu maksimal dalam menangani penularan pandemi Covid-19 ini.

Hanya saja, kehadiran pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam melakukan pengawasan karena disinyalir adanya pihak-pihak yang ingin mengambil untung dalam pandemi ini.

Zakir menerangkan, ada banyak pihak-pihak yang ingin mengambil untung dalam pandemi ini dengan memborong bahan baku, seperti yang terjadi pada kasus masker di mana mulai mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), distributor alat kesehatan dan pengusaha eksportir juga memborong dan menimbun untuk dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Kenapa saya katakan demikian, kita bisa mengambil contoh dari kasus masker. Sudah banyak yang diamankan polisi dari berbagai latar profesi, ada distributor alkes, pengusaha eksportir tidak sesuai bidangnya, ASN dan lainnya. Tujuannya apa, yah meraup untung. Tapi siapa yang dirugikan, jelas masyarakat dirugikan,” katanya.

Dia menyatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan beberapa perguruan tinggi lainnya dan semua ingin menjalankan fungsinya dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi terkendala pada bahan baku yang sulit didapatkan.

Menurut dia, pelibatan semua kampus dalam membuat disinfektan kemudian didistribusikan ke semua rumah ibadah tanpa terkecuali, baik masjid, gereja, vihara, klenteng dan lainnya akan terasa ringan.

“Jika pemerintah daerah sudah hadir dan menjamin bahan bakunya, kami siap membuatnya. Kami punya banyak mahasiswa tanggap bencana yang akan menjadi relawan dalam penyemprotan disinfektan. Saya bisa menjamin hanya beberapa hari, semua rumah ibadah bisa kita semprot dan berkelanjutan, asalkan baha bakunya ada,” terangnya.

Dia mengaku beberapa langkah kecil dalam mencegah penularan virus Corona atau Covid-19 ini sudah dilakukan, salah satunya dengan memproduksi ribuan botol antiseptik hand sanitizer kemudian dibagikan secara gratis.

Bahkan saat pertandingan PSM Makassar melawan Barito Putera, pihaknya melalui mahasiswa menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada ribuan penonton agar mereka terjaga dan aman dalam penularan tersebut.

Reporter: M. Hasan

Editor: Rizal P

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *