Selasa, April 13, 2021

Forum Mahasiswa Dakwah Indonesia Sulawesi Kecam Bom Bunuh Diri di Makassar

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Forum mahasiswa Dakwah se-Indonesia Wilayah Sulawesi sangat prihatin dengan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, JL RA Kartini, Kota Makassar, kemarin.
Kordinator FMDI Sulawesi Ilham Andi Malli mengatakan bahwa bom bunuh diri tersebut tidak diajarkan dalam agama apapun karena eksistensi dari agama adalah kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Saling menjaga dan menghargai satu sama lain.
“Kami mengecam keras tindakan bom bunuh diri di gereja katedral katolik. Itu tindakan teror yang bisa merusak persatuan dan kesatuan berbangsa dan beragama. Tindakan bom bunuh diri ini tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Pelaku yang melakukan bom bunuh diri ini adalah manusia yang kejam yang ingin merusak toleransi beragama yang ada di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan,” katanya, Senin (29/3/2021).
Lanjut dia, bom bunuh diri yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak berprikemanusiaan tujuannya hanya untuk merusak kedaulatan Negara Indonesia.
Hal itu perlu diusut tuntas dan ditindak dengan tegas agar tidak terulang lagi.
“Kami berharap kepada elemen masyarakat dan mahasiswa dakwah se-Indonesia turut andil dalam menjaga toleransi beragama dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kejadian bom bunuh diri yang terjadi di gereja katedral katolik adalah ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang membawa identitas agama,” harapnya.
Dia berpesan dengan adanya kejadian bom bunuh diri ini semoga ummat beragama tetap menjaga toleransi beragama, saling menghargai, saling membantu dan saling melindungi satu sama lain.
Walaupun berbeda agama tatap satu bhinneka tunggal Ika.
“Kami turut berduka cita terhadap saudara-saudara kami ummat Gereja katedral katolik yang menjadi korban bom bunuh diri semoga bisa diberikan kesabaran dan selalu dalam lindungan tuhan,” tutupnya.
Kontributor: Fatmawati
 
Editor: Busrah Ardans
- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru