TURKI, Linisiar.id – Perusahaan distributor produk kecantikan PT Affor Neo Jaya (ANJ) memboyong 27 karyawan berprestasinya ke Turki, guna mempelajari dan menambah wawasan mereka pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di negara tersebut.
Direktur ANJ, Nur Linda Dwi Sakti, mengatakan, pihaknya berharap pengetahuan yang didapatkan staf dan marketing perusahaan dari perjalanan tanggal 9-20 Desember itu, bisa menjadi motivasi untuk diimplementasikan setelah kembali ke tanah air.
Puluhan karyawan ANJ tersebut diganjar perjalanan bisnis sekaligus wisata ke negara transkontinental itu, karena telah menunjukkan prestasi, dengan mencapai target penjualan yang ditetapkan perusahaan.

“Kami berharap perjalanan sebelas hari ini memberi kekuatan baru, imajinasi dan daya kerja bagi seluruh staf dan marketing. Setelah mereka melihat dan mempelajari bagaimana orang-orang di negara-negara lain bekerja, saya berharap mereka akan lebih giat, loyal dan mencintai pekerjaannya,” ujar wanita berusia 26 tahun tersebut.
Dwi menjelaskan, ANJ adalah perusahaan distributor kosmetik yang berbasis pemberdayaan perempuan. Semangatnya adalah untuk meningkatkan taraf kesejahteraan terutama bagi kaum ibu rumah tangga dan perempuan yang tidak memiliki pekerjaan tetapi ingin berpenghasilan.
Menurutnya, 95 persen karyawan di perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2018 lalu itu adalah perempuan, mulai dari staf kantor, marketing, marketing elit, agen hingga distributor.

Sistem yang diterapkan untk para agen penjualan juga relatif fleksibel, yakni pekerjaan bisa dilakukan di rumah dengan memanfaatkan media sosial.
“Sebagian besar diantaranya sebelum bergabung bersama kami bahkan tidak memiliki perkerjaan sama sekali. Saat ini perusahaan kami telah beranggotakan ratusan ribu orang agen penjualan, dengan nilai aset mencapai Rp250 miliar,” jelasnya.
Sementara, salah seorang marketing yang turut dalam rombongan, Sartika, mengatakan, ia merasa bersyukur karena melalui ANJ, dirinya sudah bisa memberi manfaat ekonomi kepada keluarga.
“Alhamdulillah saya sudah berpenghasilan sendiri dan bisa membantu suami membina keluarga kami dengan menjadi marketing peoduk-produk ANJ. Semuanya saya bisa kerjakan melalui rumah dengan memanfaatkan media sosial yang saya miliki,” katanya.
Tingginya fenomena kaum perempuan yang ingin berpenghasilan namun tetap berada di rumah mendapat tanggapan sosiolog Muhammad Ridha.
Menurutnya, perusahaan seperti ANJ ini memanfaatkan tumbuhnya partisipasi konsumen dan banyak perempuan di media sosial, sehingga akhirnya memberikan peluang interaksi bisnis dari sosial media yang mereka miliki tersebut.
“Jadi meski jualan, tak harus keluar rumah. Ini menjadikan perempuan, selain berjualan juga bisa menjaga anak-anaknya di rumah,” ujarnya. (*)













