Curhat Kades Tabarano, Puluhan Tahun Jalan Desa Belum Diaspal

LUWU TIMUR, Linisiar.ID – Kepala Desa Tabarano, Rimal curhat dihadapan anggota komisi IV DPR RI, Luthfi Andi Mutty Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Sulawesi, Muchksin dalam kunjungan kerjanya ke Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sabtu (08/09/2018).

Ia bercerita soal jalan desanya yang sudah bertahun-tahun belum tersentuh aspal. Tidak adanya perbaikan membuat desa ini seperti terisolasi dari dunia luar.

Rimal mengatakan sudah puluhan tahun warga Desa Tabarano di Kabupaten Luwu Timur hidup terbelakang akibat akses jalan yang tidak layak. Sementara Pemerintah tidak bisa mengaspal jalan tersebut lantaran masuk dalam kawasan hutan lindung.

Karena itu, kata dia, warga Tabarano berharap Pemerintah segera melepas status kawasan hutan lindung tersebut sehingga bisa membangun jalan secara permanen.

“Hanya 2 KM saja jalan yang masuk kawasan hutan lindung sehingga tidak bisa desa kami dibangun, sebenarnya siapakah yang mau dilindungi disini, hutannya atau masyarakatnya pak,” ujar Rimal.

Sementara Lutfi Andi Mutty mengatakan, selama dalam perjalanan ke Desa Tabarano, ia banyak melihat hamparan padang rumput. Tidak ada hutan, jadi mana hutan lindungnya. Ini memang masalah, menurut saya ini harus dibereskan, status kawasan hutan lindung tidak boleh menyengsarakan masyarakat.

“Berdasarkan data, ada 50 Juta jiwa di Indonesia yang masyarakatnya hidup di kawasan hutan lindung, termasuk masyarakat adat. Mereka rata-rata miskin, apakah mereka miskin, tentu tidak, kebijakanlah yang memiskinkan mereka. Termasuk di Desa Tabarano ini,” tambah Luthfi.

Sedangkan Mucksin, menegaskan kalau cuma 2 KM saja ini bisa direalisasikan. “Ini tugas saya dan ini bisa dilepas demi untuk kemajuan masyarakat,” ungkapnya.