Bukan Copy Paste, Ini Beda Program Theo – Zadrak dan Kandidat Lain

TANA TORAJA, Linisiar.id – Pasangan Theofillus Allorerung – Zadrak Tombeg, dituding melakukan copy paste program. Dalam sebuah postingan yang beredar luas di sosial media, disebut bahwa apa yang diprogramkan kandidat nomor urut 1 ini sudah dijalankan oleh kandidat lain saat menjabat.

Menjawab tudingan tersebut, Juru bicara Theo – Zadrak, Owens Lingga membeberkan perbedaan program yang digagas Theo – Zadrak, dengan kandidat lain. Owens mencontohkan, program RSUD Lakipada Setara Tipe B. Program ini sangat jauh berbeda dengan RSUD Lakipadada (TOP 30 Inovasi Provinsi Sulsel).

“Tudingannya, Pak Theo – Zadrak baru memprogramkan RSUD Lakipadada Setara Tipe B. Padahal kandidat sebelah sudah membuat prestasi menjadikan RSUD Lakipadada TOP 30 Inovasi Provinsi Sulsel. Tentu saja ini tidak nyambung. Copy pastenya dimana?” kata Owens, Kamis, 12 November 2020.

Ia menjelaskan, RSUD Lakipadada (TOP 30 Inovasi Provinsi Sulsel) ini diperoleh karena membebaskan warga gangguan jiwa yang dipasung, yang diberi nama “Tatapan” berbuah manis. Berkat inovasi tersebut RSUD Lakipadada Tana Toraja meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka Kompetisi Inovasi Sinovik 2020.

“Kamipun sangat mengapresiasi pencapaian ini. Apakah penghargaan ini mengubah status RSUD Lakipadada dari Tipe C ke Tipe B? Tentu tidak,” jelasnya.

Karena itu, Theo – Zadrak memprogramkan RSUD Lakipadada Setara Tipe B. Rumah sakit Tipe B adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran medik spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit tipe B ini dapat menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.

Bagaimana dengan RS Tipe C?
Rumah Sakit Kelas C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran subspesialis terbatas. Terdapat empat macam pelayanan spesialis disediakan yakni pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak, serta pelayanan kebidanan dan kandungan.

Rumah sakit kelas C ini adalah rumah sakit yang didirikan di Kota atau kabupaten-kapupaten sebagai faskes tingkat 2 yang menampung rujukan dari faskes tingkat 1 (puskesmas/poliklinik atau dokter pribadi).

“Saat ini, status RSUD Lakipadada adalah rumah sakit tipe C,” ungkapnya.

Owens pun kembali mengingatkan tim dan relawan kandidat lain, untuk bijak menggunakan medsos. Momentum pilkada adalah pesta demokrasi, yang sudah seharusnya dilalui dengan kegembiraan, bukan dengan saling hujat, apalagi menyebar informasi hoax atau tudingan-tudingan yang tidak berdasar.

“Misa’ kada dipotua, pantan kada dipomate. Satu pendapat membuat kita hidup, banyak ego pendapat pribadi membuat kita mati,” pesan Owens. (*)