Kampus  

Bangun Desa Melek Digital, Mahasiswa FISIP Unhas Latih Warga Pa’batangan Cerdas Bermedia

Bagikan

TAKALAR, LINISIAR.ID — Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi literasi digital bagi pemuda dan ibu rumah tangga di Desa Pa’batangan, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Bina Desa ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman, produktif, dan kreatif.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FISIP Unhas, Prof. Dr. Hasniati, S.Sos., M.Si. Ia menekankan literasi digital sebagai keterampilan dasar yang wajib dimiliki masyarakat modern.

“Kemampuan memahami dan menggunakan teknologi digital dengan bijak menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat di era informasi,” ujar Prof. Hasniati.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan media sosial, sebab jejak digital tidak akan pernah terhapus dan dapat berdampak pada reputasi pribadi maupun sosial.

Kepala Desa Pa’batangan, Abdul Rahman, S.E., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa Unhas tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini membantu para pemuda dan ibu rumah tangga agar mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana produktif dan edukatif,” ungkapnya.

Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapat ceramah interaktif tentang perlindungan data pribadi, etika bermedia sosial, serta cara mengenali dan menghindari hoaks. Mahasiswa juga mendampingi warga dalam pelatihan pembuatan konten digital sederhana, seperti video pendek menggunakan gawai.

Kegiatan yang didukung Ketua KOSMIK dan HUMANIS FISIP Unhas ini menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas peningkatan pemahaman peserta.

Dosen pendamping, Rizal Pauzi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap literasi digital masyarakat desa dapat meningkat, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat, serta terwujud peran nyata kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah,” tutupnya.

 

```