Sabtu, Oktober 16, 2021

Bahas Penguatan Lembaga Kemahasiswaan diMasa Pandemi, FISIP Unhas Gelar Webinar Nasional

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menggelar Webinar nasional kemahasiswaan.

Kegiatan dengan tema ‘Urgensi Penguatan Lembaga Kemahasiswaan di Masa Pandemi’ ini dilaksanakan via zoom meeting, Sabtu (9/10/2021).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni tokoh nasional sekaligus aktivis 98, Ubedillah Badrun dan Akademisi Universitas Indonesia, Dr Mulyadi.

Kegiatan ini dipandu oleh akademisi FISIP Unhas sekaligus Komisioner KPU Kota Makassar, Endang Sari. Dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia.

Ketua panitia webinar nasional, Rizal Pauzi mengatakan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh berbagai mahasiswa di berbagai daerah.

“Kegiatan ini diikuti oleh 430 peseta yang terdiri dari berbagai kampus. adapun yang berasal dari luar Unhas, diantaranya berasal dari USN Kolaka, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Musamus, Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas Halu Oleo dan beberapa kampus lainnya” jelas Rizal.

Dekan FISIP UNHAS, Prof Armin, dalam sambutannya mengatakan bahwa pimpinan lembaga kemahasiswaan adalah elitnya mahasiswa. Sehingga harus memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni.

“Sirkulasi elit berjalan terus menerus, maka itu generasi muda dalam hal ini aktivis lembaga kemahasiswaan Saat ini harus membekali dirinya untuk mengemban amanah sebagai lombaga kemahasiswaan. Kita berharap, pemimpin masa harus diisi oleh aktivits lembaga kemahasiswaan yang aktif berdiskusi termasuk mengikuti webinar seperti ini dan membaca buku” jelas guru besar Ilmu Politik Unhas ini.

Dr. Mulyadi, akademisi UI dalam pemaparannya mengatakan bahwa argumen akan kuat walaupun berhadapan dengan siapa pun. Bila argumentasi itu berdasarkan penguasaan bagi ilmu masing masing. Itu menjadi modal penting bagi mahasiswa.

“Olehnya itu, Lembaga kemahasiswaan harus berkolaborasi dengan beberapa teman yang menguasai IT. Jangan sampai opini publik dikuasai oleh buzzer. Jadi lembaga kemahasiswaan harus turut terlibat dalam perang opini publik itu sendiri” jelas alumni FISIP Unhas ini.

Sementara itu, Ubedillah Badrun dalam pemaparannya menjelskan bahwa aktivis mahasiswa yang merupakan generasi Z harus punya 3 habitus yakni habitus intelektual, habitus sosial dan habitus spriritual.

“Organisasi mahasiswa baik itu BEM maupun lembaga lainnya, jika menerapkan ketiga habitus ini akan tumbuh sehat. Dia akan melahirkan manajemen moderen, sehingga walaupun di tengah pandemi ini bisa tetap produktif dalam menyelenggarakan kegiatan yang kreatif,” jelas Penulis buku Menjadi Aktivis Kampus Zaman Now : Intelektualitas Gerakan, Godaan Kekuasaan & Masa Depan Aktivis tersebut.

Sementara itu, Endang Sari selaku moderator menyampaikan pesan saat menutup webinar ini bahwa salah satu yang perlu digarisbawahi yakni kedua narasumber adalah mahasiswa berprestasi di masanya.

Sehingga ini menjadi catatan, bahwa meski aktivitas kelembagaan mahasiswa dan idealisme tetap jalan, hal itu tidak menutup peluang prestasi akademik tetap bisa diraih.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru