Sabtu, Oktober 16, 2021

AMAL dan Tokoh Adat Desa Tandung Menolak Pembangunan Bendungan

Populer

Masamba, Linisiar.id – Aliansi Masyarakat Sungai Rongkong (AMAL) menolak rencana pembangunan bendungan di Desa Tandung.

Penolakan AMAL tersebut berdasarkan keputusan rapat yang berlangsung di Dusun Buka bersama tokoh ada  masyarakat setempat, beberapa waktu lalu.

Dalam rapat tersebut AMAL menyepakati untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang membahas masalah perencanaan pembangunan bendungan dan tidak memaksakan melanjutkan pembendungan yang ada di Dusun Buka dan Dusun Tanete, karena masyarakat secara tegas menolak.

Ketua AMAL, Muh. Al Hidayat yang akrab disapa AL menyatakan secara tegas warning  dan lampu merah bagi siapa pun yang mengarah pada perencanaan pembendungan.

“Kami juga meminta kepada pihak pemda, balai, dan PUPR fokus menyelesaikan masalah yang ada di Masamba, Radda dan sekitarnya akibat bencana banjir bandang tahun lalu,” kata AL.

Hal senada dikemukakan Tomakaka tamo (Tokoh Adat Dusun Buka) menyatakan menolak rencana pembangunan bendungan yang ada di Dusun Buka dan Dusun Tanete.

“Karena kampung kami ini adalah kampung adat yang di berikan gelar oleh Pajung Kedatuan Luwu yang seharusnya dijaga dan di lestarikan,” tegasnya.

Sementara itu, Sumardi, SE selaku penasehat AMAL menyampaikan kepada masyarakat Desa Tandung, khusunya Dusun Buka dan Dusun Tanete agar tetap beraktifitas seperti semula.

“Dan pihak terkait (Pemerintah Daerah Luwu Utara) tidak boleh melakukan kegiatan apapun yang mengarah pada perencanaan pembendungan,” katanya.

Ia menambahkan, setiap pihak yang ingin masuk di Dusun Buka dan Tanete dengan membawah agenda perencanaan pembangunan bendungan harus memiliki izin dari AMAL, karena masarakat Dusun Buka dan Tanete sudah menyerahkan aspirasi sepenuhnya kepada AMAL.

Pada rapat itu, hadir beberapa tokoh masyarakat yang ikut mengawal perjuangan bersama AMAL. Antara lain Kamal Said NT dan Ir Chairuddin Harun.

Begitu juga beberapa penasehat lainnya yang dituakan dalam masyarakat Buka dan Tanete. Mereka mengingatkan tim sosialisasi dan tim survei agar menahan diri untuk melakukan aktivitas menyangkut bendungan, tanpa persetujuan dari Forum AMAL.

Herman yang merupakan tokoh masyarakat Dusun Tanete secara tegas menolak pembangunan bendungan yang ada di wilayanya. (Ayub Sadega)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru