MAKASSAR, LINISIAR.ID — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Pinrang yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mulai mengarah pada satu isu penting regenerasi kepemimpinan.
Di tengah dukungan sejumlah kader yang menginginkannya kembali memimpin partai berlambang pohon beringin di Bumi Lasinrang, Ketua DPD II Golkar Pinrang, Usman Marham, justru menekankan pentingnya penyegaran kepemimpinan.
Baginya, musda bukan sekadar agenda pergantian pengurus, melainkan momentum menyiapkan figur yang mampu membawa Golkar menghadapi tantangan politik ke depan.
Sikap tersebut menjadi menarik di tengah persiapan Musda yang mulai berjalan. Usman masih mendapatkan dukungan dari sejumlah kader, tetapi ia memilih menyoroti kebutuhan regenerasi dan kesiapan calon pemimpin dalam membangun organisasi.
Pesan yang disampaikannya tidak berhenti pada pergantian figur. Usman juga mendorong agar proses penentuan calon Ketua DPD II Golkar Pinrang dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, pengalaman organisasi, serta kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi dengan kepengurusan di tingkat provinsi.
Bagi Usman, regenerasi bukan sekadar memberikan ruang kepada figur baru. Kepemimpinan berikutnya harus memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan roda organisasi sekaligus menjaga kesinambungan kerja politik Golkar di Kabupaten Pinrang.
“Pergantian kepemimpinan perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan menyiapkan kader-kader potensial untuk melanjutkan kerja politik Golkar di Pinrang,” demikian pesan yang ditekankan Usman dalam menyikapi persiapan Musda.
Salah satu tahapan yang menjadi perhatian Usman adalah pelaksanaan survei elektabilitas bakal calon ketua DPD Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.













