JAKARTA, LINISIAR.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya umat beragama dan sivitas akademika di bawah naungan Kementerian Agama, untuk tetap menjaga akhlakul karimah (akhlak terpuji) dan kesantunan dalam berkomunikasi.
Imbauan ini disampaikan guna menyikapi situasi dan kondisi dinamika bangsa akhir-akhir ini.
Menag Nasaruddin menekankan bahwa niat dan tujuan yang baik seyogianya tidak dinodai oleh cara penyampaian yang buruk.
Menurutnya, komunikasi yang tidak santun justru akan memicu hasil yang kontraproduktif bagi kedamaian bangsa.
“Jangan sampai kita melakukan suatu tujuan yang baik, tetapi melalui cara-cara yang kurang baik. Akhirnya malah kontraproduktif. Mari kita mencontoh Nabi; yang baik itu baik, yang buruk itu buruk, tetapi kita tidak perlu menjelek-jelekkan,” ujar Menag Nasaruddin saat memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, Minggu (14/6/2026).
Dalam pesannya, ia juga mengutip teladan kisah relijius mengenai Nabi Musa dan Nabi Harun saat diperintahkan menghadapi Firaun.
Ia mengingatkan bahwa bahkan terhadap sosok seperti Firaun sekalipun, Allah memerintahkan para nabi-Nya untuk menggunakan qaulan layyinan atau tutur kata yang lemah lembut dan santun.
“Orang seperti Firaun pun perlu diberikan bahasa yang santun, apalagi jika orang tersebut bukan Firaun. Saya pikir sebagai warga bangsa dan umat beragama, dalam berbagai hal tetaplah kita mengedepankan akhlakul karimah di dalam menyampaikan gagasan,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Menag mengajak seluruh pihak, termasuk lingkungan kampus seperti Universitas Islam Negeri (UIN), untuk selalu mengutamakan dialog yang menghasilkan jalan keluar terbaik bagi semua pihak tanpa merugikan siapapun.
“Lebih enak kan kalau win-win solution, jangan lose-lose solution,” pungkasnya.












