SINJAI, LINISIAR.ID – Tumpukan daun cengkeh yang selama bertahun-tahun hanya menjadi limbah tak bernilai di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, kini mulai dimanfaatkan secara produktif sejak Jumat (15/5/2026).
Langkah perubahan tersebut diinisiasi oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Fajar (Unifa) yang turun langsung untuk mengedukasi warga mengenai potensi pengolahan limbah daun cengkeh menjadi produk aromaterapi bernilai jual.
Kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengelolaan Limbah Daun Cengkeh Menjadi Aromaterapi Berbasis Kemitraan untuk Mendorong Perekonomian Sirkular” ini merupakan bagian dari Program BIMA Kemdiktisaintek 2026 yang dijalankan Unifa bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Pussanti.
Ketua Tim PKM Unifa, Fitriah, ST., MT., mengungkapkan bahwa program ini hadir untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa melalui pemanfaatan minyak atsiri dari limbah daun cengkeh yang selama ini belum dioptimalkan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak sekadar menerima teori, melainkan diajak untuk memahami seluruh rantai produksi mulai dari pemilihan bahan baku, teknik penyulingan, hingga strategi pengemasan dan pemasaran.
Pakar Teknik Kimia sekaligus pemateri kegiatan, Abdul Yasir, ST, menjelaskan secara teknis bahwa metode pengolahan sederhana sudah cukup untuk mengekstrak minyak atsiri dari daun cengkeh menjadi produk komersial yang berpotensi pasar bagus.
Edukasi praktis ini disambut antusias oleh ibu-ibu anggota KWT Pussanti yang kini menyadari bahwa material sisa panen yang biasa mereka buang ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan.
Perwakilan KWT Pussanti, Sumarni, menyampaikan rasa syukurnya karena melalui pelatihan ini masyarakat desa mendapatkan wawasan baru untuk mengubah limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai estetika tinggi.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Tim PKM Unifa yang juga beranggotakan Dr. Hj. Sinardi, ST., M.Si dan Yanti, S.Pd., MT., telah merancang program pendampingan lanjutan yang mencakup pelatihan produksi, branding, hingga digital marketing.
Melalui hilirisasi inovasi ini, Universitas Fajar berharap dapat menciptakan sinergi berkelanjutan dengan masyarakat lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis pemanfaatan potensi daerah.












