Metro  

Disdukcapil Makassar Jemput Bola ke Pulau Terluar, Layani Ratusan Warga Sepanjang 2025

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar memperluas jangkauan layanan administrasi kependudukan dengan melakukan kunjungan ke wilayah pulau dan terluar sepanjang tahun 2025. Program jemput bola ini bertujuan memastikan masyarakat di daerah terpencil memiliki akses mudah terhadap dokumen kependudukan tanpa harus menyeberang ke pusat kota.

Menurut data yang dihimpun, Disdukcapil Makassar telah menggelar setidaknya tiga layanan jemput bola di pulau sepanjang 2025, dengan total lebih dari 600 warga yang dilayani langsung di lokasi. Layanan berupa perekaman KTP elektronik (KTP-el), pencetakan dokumen, pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) ini digelar di beberapa titik utama:

* Pulau Barrang Lompo (29 November 2025) — layanan administrasi kependudukan dibuka sepanjang hari dan ramai dihadiri warga setempat, di mana ratusan warga pulau memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurus dokumen mereka tanpa harus ke daratan.
* Pulau Kodingareng (2025) — layanan serupa juga tercatat dilakukan untuk warga di pulau tetangga ini, menyediakan kemudahan perekaman dan pembaruan data administrasi kependudukan.
* Pulau-pulau lainnya di wilayah Sangkarrang — sejumlah kunjungan lain juga dilaporkan sepanjang tahun sebagai bagian dari strategi pemutakhiran data dan pemerataan layanan publik.

Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Muhammad Hatim, mengatakan program layanan keliling ke pulau bukan sekadar kegiatan sesekali, tetapi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjembatani kesenjangan layanan akibat keterbatasan geografis.

“Kami hadir langsung di pulau-pulau terluar agar warga tidak perlu menyeberang jauh hanya untuk memperbarui atau mendapatkan dokumen kependudukan mereka. Total warga yang kami layani sudah mencapai ratusan sepanjang tahun ini,” ujar Hatim.

Ia menambahkan bahwa layanan ini tidak hanya mempermudah akses warga terhadap administrasi publik, tetapi juga membantu memperbaiki akurasi dan kelengkapan data kependudukan. Hal ini menjadi penting dalam perencanaan pembangunan, distribusi bantuan sosial, hingga penyelenggaraan layanan publik lainnya.

Program jemput bola mencakup perekaman data baru, pencetakan dokumen yang hilang atau rusak, serta aktivasi IKD — layanan identitas digital yang makin populer di kalangan masyarakat. Menurut laporan lapangan, warga pulau menyambut baik inisiatif ini karena menghemat waktu, biaya, dan tenaga yang biasanya diperlukan untuk mengurus dokumen di pusat kota.

“Layanan langsung ini menunjukkan komitmen kami untuk memastikan seluruh warga Kota Makassar, termasuk mereka di wilayah terluar, tercatat secara lengkap dalam sistem administrasi negara,” tambah Hatim.

Ke depan, Disdukcapil Makassar berencana terus mengagendakan kunjungan layanan ke pulau-pulau lain secara berkala, sejalan dengan visi membuka akses administrasi kependudukan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *