MAKASSAR, Linisiar.id — SMAN 3 Makassar bekerja sama dengan Politeknik Negeri Media Kreatif PSDKU Makassar (Polimedia Makassar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Kelas Kreatif: Copywriting berbasis Artificial Intelligence dan Digital Publishing” pada Rabu (27/8).
Kegiatan ini dipimpin oleh Ferawaty Syam, dosen bahasa Inggris sekaligus praktisi konten kreatif, bersama tim yang terdiri dari Lukytta Gusti, Arysespajayadi, dan Syahrir Nawir Nur. Program yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, khususnya Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Syarifuddin, S.Pd., M.Pd., yang hadir turut hadir dalam kegiatan.
Dalam kelas ini, para siswa sebagai generasi Z dikenalkan pada keterampilan copywriting sebagai salah satu kemampuan penting di era digital. Copywriting tidak hanya sekadar menulis teks iklan, melainkan seni merangkai kata-kata persuasif, informatif, dan menarik agar mampu menarik audiens. Ferawaty Syam menjelaskan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses menulis sangat membantu generasi muda. “AI bisa mempercepat proses kreatif, memberi inspirasi kata, dan membantu siswa menyusun pesan yang lebih efektif. Dengan tambahan literasi digital publishing, karya mereka bisa dipublikasikan lebih luas melalui berbagai platform digital,” ujarnya.
Selain teori, siswa juga dilatih praktik menulis headline, slogan, dan naskah singkat dengan bantuan AI termasuk teknik PROMPT yang sangat mempengaruhi hasil copywriting. Mereka kemudian diajak mengemas karya menjadi konten digital, mulai dari poster hingga unggahan media sosial. Suasana kelas berlangsung interaktif. Siswa aktif berdiskusi, mencoba aplikasi AI, dan mempresentasikan karya mereka. “AI membantu saya menemukan ide lebih cepat dan sesuai dengan yang saya inginkan dengan teknik PROMPT yang baru saya ketahui, ini sangat bagus,” ungkap salah seorang peserta dengan antusias.
Kepsek SMAN 3 Makassar, Hj. Andi Mashari, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada tim dosen yang sudah menghadirkan pembelajaran kreatif bagi siswa kami. Ini membuka wawasan baru, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. Semoga keterampilan ini terus diasah dan bisa berlanjut pada program berikutnya,” katanya.
Kehadiran dosen-dosen jurusan Komunikasi yang berfokus pada strategi pesan, storytelling, serta desain konten, dipadukan dengan dosen yang memiliki keahlian di bidang IT, menghadirkan pembelajaran yang lebih komprehensif. Siswa tidak hanya memahami aspek bahasa dan persuasi dalam copywriting, tetapi juga mempelajari bagaimana teknologi AI bekerja dan bagaimana hasil tulisan bisa diolah dalam format digital publishing. Kombinasi ilmu komunikasi dan teknologi ini memperlihatkan bahwa dunia pendidikan perlu membangun kolaborasi lintas disiplin agar generasi muda benar-benar siap menghadapi tantangan industri kreatif.
Kegiatan Kelas Kreatif di SMAN 3 Makassar ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterampilan copywriting, dukungan AI, dan pemahaman digital publishing, generasi Z diharapkan mampu menjadi kreator konten yang cerdas, kritis, dan produktif di era serba digital.












