MAKASSAR, Linisiar.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar sepakat meniadakan pelaksanaan Event Makassar International Eight Festival and Forum (MIEFF) atau F8.
Hal itu sejalan dengan keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) yang tidak memprioritaskan acara seremonial ini digelar 2019.
“Kami selalu mengevaluasi setiap program pemerintah, termasuk F8,” kata Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta, Senin (15/07/2019).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar itu menambahkan, prinsipnya, legislatif senantiasa berpegan terhadap nilai-nilai program itu sendiri bagi masyarakat.
“Acara F8 cuma program seremonial. Soal manfaat apa? Jadi ada pemanfaatan lebih besar untuk anggaran F8,” kata Aru sapaan Farouk M Betta.
“Banyak, bisa untuk perbaikan infrastruktur, pendidikan dan lain-lain. Masih banyak masyarakat miskin di Makassar, harusnya diarahkan kesana,” tegas Aru.
informasi diperoleh, anggaran acara F8 sudah dianggarkan di APBD tahun lalu. Namun sejumlah anggota DPRD Makassarmulai tidak sependapat dengan anggaran itu.
Dewan kemudian meminta agar anggaran itu dipergunakan untuk kepentingan banyak orang. Di antaranya, perbaikan jalan.
“Kita berharap Pj Wali Kota memanfaatkan anggaran APBD untuk masyarakat,” ungkap Aru (*)












