MAKASSAR, Linisiar.id – Caleg DPRD Provinsi Sulsel dari Partai Golkar, Sherly Farouk, tegaskan tak mengandalkan jaringan politik yang dimiliki suaminya dalam prosesi kampanye Pemilu 2019 ini.
Sherly mengakui bahwa dengan upayanya sendiri, ia optimistis meraih suara signifikan pada daereah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Tamalate, Mariso, Mamajang, Ujungpandang, Rappocini, Sangkarrang, Wajo, Bontoala dan Tallo.
“Suami saya saat ini menjabat Ketua DPRD Makassar yang tentu saja memiliki jaringan politik sudah mapan. Tapi saya tidak akan berpangku tangan dan mengandalkan itu. Rakyat butuh kedekatan langsung dengan pribadi calon wakilnya,” ujarnya di depan sejumlah awak media di Makassar, Senin (11/3/2019).

Ia menjelaskan, kegiatan politik adalah hal yang biasa baginya. Sehingga untuk mengatur manajemen pemenangan secara mandiri juga bukan hal yang sulit.
“Hampir setiap saat warga di dapil meminta saya untuk turun. Mereka berinisitif sendiri berkumpul lalu menghubungi saya. Permintaan ini sangat banyak, tapi saya bisa mengatur agar semua titik bisa saya jangkau,” katanya.
Caleg nomor urut 7 ini menambahkan, banyaknya permintaan warga tersebut bukan karena alasan khusus, seperti adanya pemberian. Salah satu rahasia yang diungkapkannya, bahwa ia menyentuh masyarakat dengan perhatian dan sikap tulus.
“Tidak selamanya politik diukur dengan uang, tapi bagaimana kita menyentuh masyarakat dengan perhatian kita dan dengan sikap yang tulus. Saya yakin mereka sangat antusias mendekati kita,” ujarnya.
Salah satu bentuk pendekatan yang dilakukannya, yakni melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Bahkan secara pribadi mengantarkan warga yang sakit ke pusat pelayanan kesehatan.
“Kalau hal seperti ini caleg perempuan lakukan secara intens, saya kira keterwakilan perempuan akan semakin besar di parlemen,” pungkasnya.











