MAKASSAR, Linisiar.id – Walikota Palopo, Drs. H.M. Judas Amir, MH menghadiri pembukaan Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil pada Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II B) lingkup Pemkot Palopo di Gedung Assessment Center Lantai 2 Mapolda Sulsel, Kota Makassar, Rabu (22/7/2020).
Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS yang mengikuti assessment di Mapolda Sulsel ini sebelumnya dinyatakan lolos berkas oleh tim seleksi (timsel) yang dibentuk Pemkot Palopo.
Pemkot Palopo menggandeng Asessment Center SDM Mabes Polri untuk menguji peserta seleksi terbuka atau lelang jabatan ini. Pelaksanaannya di Mapolda Sulsel selama dua hari, 22-23 Juli 2020.
Walikota menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran Polda Sulsel yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Palopo untuk melaksanakan kegiatan assessment ini.
Walikota menyebutkan, ASN atau PNS diberikan tugas sesuai tupoksinya, namun masih ada saja kekurangan yang tidak bisa dihindari. Salah satu penyebabnya mungkin karena faktor tidak ingin belajar.
“PNS harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksi dan diharapkan bisa selalu belajar, karena banyak PNS yang tidak ingin belajar lagi,” kata walimota.
Sementara itu, Wakapolda Sulsel, Brigjenpol, Drs. Halim Pagarra, MH menyampaikan selamat datang Ketua Tim Assessor dan Walikota serta seluruh peserta assessment.
Wakapolda menyampaikan terima kasih kepada Walikota Palopo yang sudah mempercayakan polda melaksanakan assessment untuk calon pejabat ini.
Pelaksanaan assessment ini tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Antara lain menjaga jarak dan menggunakan masker.
Sebelum pelaksanaan uji kompetensi, Ketua Tim Assessor SDM Mabes Polri, Kombespol Dra. Din Irhastini, M.I.Kom memberikan sosialisasi terkait assessment yang akan diikuti oleh peserta.
Ia menyampaikan, pelaksanaan assessment yang ada di Polda Sulsel ini sama dengan yang ada di Mabes Polri.
“Sesuai UUD ASN bahwa setiap ASN yang ingin menduduki jabatan, harus melewati proses assessment,” jelasnya.
“Yang jelas kami nanti akan melihat bagaimana kemampuan analitik, konseptual, dan integritasnya,” ujar Kombespol Dra. Din Irhastini.
Menurutnya, yang penting adalah bagaimana mencari orang yang kira-kira punya kemauan membangun diri dan berikutnya adalah membangun orang lain. (*)












