Koalisi Kesehatan: Jangan Buru-buru Longgarkan PSBB

Ilustrasi
Bagikan

JAKARTA, Linisiar.id – Wacana pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Banyak warga berharap pemerintah tetap tegas, karena pertambahan kasus baru Covid-19 tetap tinggi setiap hari.

Salah satu pihak yang kurang setuju adalah Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK). Mereka meminta pemerintah tidak terburu-buru melonggarkan PSBB.

Juru bicara KoMPAK, Kusmedi Priharto, mengatakan masalah Covid-19 memengaruhi semua tatanan kehidupan masyarakat.

“Namun kami melihat kasus Covid-19 terus meningkat. Untuk itu, kami mengimbau agar pelaksanaan pelonggaran PSBB tidak dilakukan tergesa-gesa dan dilaksanakan dengan komunikasi serta koordinasi yang baik dengan semua pihak,” kata Kusmedi lewat keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.  

Sebagai informasi, KoMPAK merupakan gabungan organisasi profesi dan asosiasi tenaga kesehatan.

Antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Dinas Kesehatan, Ikatan Apoteker Indonesia, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Selain itu, KoMPAK juga mendesak pemerintah untuk melibatkan semua unsur masyarakat dalam menggalakkan program perang semesta dan membangun tatanan hidup baru bersama Covid-19.

“Mulai dari pusat hingga ke tatanan masyarakat paling rendah (akar rumput) dengan mendorong pembentukan RT/RW atau Desa Siaga Covid,” kata Kusmedi.

Selain itu, para tenaga medis dan asosiasi juga meminta masyarakat untuk tidak mudik, pulang kampung, dan  tidak mengunjungi rumah kerabat secara fisik.

“Mengingat hal itu berpotensi menularkan Covid-19. KoMPAK juga mengajak semua pihak agar untuk tetap berada di rumah,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *