LUWU UTARA, Linisiar.id – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani membuka kegiatan Baitul Arqam Dasar se-Luwu Raya.
Kegiatan itu dirangkaikan dengan pelantikan pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah se-Luwu Utara Periode 2020-2024.
Selain Bupati Indah, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Luwu Utara, Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Camat Rongkong, dan Forkopimcam Kecamatan Rongkong.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Muhammadiyah Luwu Utara, Haerul Tungga, dalam sambutannya menyampaikan anggota Pemududa Muhammadiyah yang hadir dari kabupaten lain ingin melihat keindahan di Luwu Utara.
“Namun kita harap keindahan ini bukan hanya di Luwu Utara, tapi keindahan bisa hadir di Sulawesi Selatan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan Baitul Arqam diikuti 50 peserta yang hadir dari empat daerah se-Luwu Raya. Baitul Arqam ini merupakan wadah untuk penyampaian ideologi Muhammadyah,
Tema yang diusung adalah dakwah kolaboratif. Tema itu diambil sebab pada situasi sekarang ini, seolah-olah terjadi fenomena setiap individu dan kelompok saling berlomba mengklaim kebenaran.
“Pelantikan hari ini merupakan pelantikan yang pertama kali dihadiri Ketua DPRD apalagi di hadiri oleh Bupati Luwu Utara,” ujarnya.
Sementara, Saifullah, Ketua Bidang Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengatakan, ingin mengingatkan bahwa menjadi bagian dari pemuda Muhammadiyah adalah suatu berkah tersendiri.
Karna dari konsep seluruh aktivitas kita adalah aktivitas ibadah, selama kita berangkat dan memaknainya sebagai ibadah.
“Kesungguhan dalam berbuat itu yang paling penting dalam pemuda Muhammadiyah. Sebaik apa pun pekerjaan kita, sehebat apa pun kita, pekerjaan ini bukanlah akhir. Jadi kita tidak perlu berbusung dada,” katanya.
Bupati Luwu Utara dalam sambutannya menyampaikan, ini kali pertama kami menghadiri pelantikan pengurus PCPM.
“Yang kami biasa hadiri hanya pelantikan PDnya. Kami hadir karena kami ingin melihat dan mengenal secara langsung pengurus-pengurus PCPM Muhammadiyah se-Luwu Utara,” katanya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemuda Muhammadiyah hari ini tidak sama dengan tantangan yang dihadapi pemuda Muhammadiyah yang lalu.
Oleh karna itu tidak boleh menggantungkan pada pengalaman hidup saja, kita harus selalu mengikuti perkembangan.
“Intinya Kalau kita mendahulukan kepentingan orang banyak dengan ikhlas maka kita tidak akan kehilangan apapun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jadi pembelajaran bagi kita semua di era yang penuh dengan distruksi hari ini, jika kita berpegang pada sunnah nabi maka tidak ada yang berubah.
“Terimakasih banyak atas Semua peran-peran yang di lakukan dengan pemerintah selama ini, kita berharap kedepan Makin dapat di tingkatkan.”












