Palopo, Linisiar.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo Drs. Firmanza DP, SH., M.Si memberikan respon perihal yang dialami keluarga Hariani, Minggu (8/8/2021).
Diketahui, sehari sebelumnya Ibu Hariani tersebut, viral di media sosial atas kondisi ekonomi yang dialaminya dimasa pandemi Covid-19.
Alamat rumah keluarga Hariani (40) yang bertempat di Jalan Lingkar TPI, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo tepatnya di belakang Kantor Dinas Perikanan Palopo, harus bertahan hidup dengan penuh kekurangan.
Merespon hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo Drs. Firmanza DP, SH., M.Si mengatakan, kami butuh info-info seperti ini.
“Ini bagian dari membantu masyarakat de, dan peran ta sanggatt strategis. Olehnya pemerintah wajib harus tetap memantau kondisi ekonomi masyarakatnya,” ucap sekda kepada Linisiar.id, Via pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, terkhusus peran Lurah dan Dinas Sosial dan lain. Memang tak hanya masalah kesehatan, pandemi juga berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan sepanjang tahun saat ini.
Dimana berita sebelumnya, saat ditemui oleh Linisiar.id, di rumah itu terdapat 5 orang keluarga yakni Ramli (70), Hariani (40) beserta 2 anaknya Fadli (15) dan Mulyani (14) serta kakak dari Hariani, Rosnani yang mengidap penyakit epilepsi.
Keluarga yang telah tinggal kurang lebih 30 tahun di lokasi itu mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Hariani kini menjadi tukang bersih-bersih di kantor Dinas Perikanan Kota Palopo. Upahnya Rp 400.000 ribu per bulan.
“Iya nak, saya menghidupi keluarga ku kodong. Jadi saya harus berkerja, terkadang saya ambil panjar untuk beli beras sebelum pas waktunya terimah gaji,” ucapnya dengan nada sedih.
Hariani yang menjadi tulang punggung keluarga, juga pernah menjadi buruh cuci panggilan. Namun menurutnya, sejak pandemi, sudah tak ada lagi yang menggunakan jasanya.
“Dulu saya menjadi buruh cuci jika ada yang memanggil, tapi semenjak pandemi, sudah tidak pernah lagi dipanggil untuk mencuci,” katanya.
Selain bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hariani juga harus membagi waktunya untuk mengurus anaknya Fadli yang menderita disabilitas sejak kecil.
Sementara, bapak dari Hariani yakni Ramli juga mengidap penyakit bawaan yang membuatnya harus rutin pemeriksaan ke rumah sakit.
“Cuman saya sendiri yang bekerja, karena bapak (Ramli) mengidap penyakit bawaan yang membuat perutnya bengkak dan harus rutin pemeriksaan ke rumah sakit,” ujarnya.
Anak kedua Hariani, Mulyani juga harus bertahan di tengah kesulitan ekonomi keluarga untuk tetap menjalankan studinya di SMP Negeri 4 Palopo.
Menurut Hariani, anaknya itu saat hendak mengikuti mata pelajaran harus berjalan kaki ke rumah temannya, karena tidak memiliki handphone untuk belajar.
“Anak kedua saya saat ini kelas 2 di SMP Negeri 4 Palopo, kalau ingin belajar yah harus ke rumah temannya dengan berjalan kaki,” katanya.
Hariani menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Merespon soal kondisi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Palopo, Awaluddin, SE, M.Si mengatakan, pihaknya sudah konfirmasi ke lurahnya.
“Bahkan ibu ini sering dapat beras Raskin APBD. Selalu dapat dari BAZNAS, bantuan dari Polres dan lurahnya sering bantu,” katanya.
Kaitanya itu juga datangnya dari lurah yang berkomentar di Instagram @palopomedia.
“Tabe saya Lurahnya Insya Allah keluarga ini jadi tanggung jawab selaku pemerintah setempat dan sementara ini kami usulkan bedah rumah,” kutip instagram @ahmad_dji. (Ayub Sadega)












