Kamis, Februari 25, 2021

Unjuk Rasa Solo, Azis: Pupuk Langka, Petani Menderita, Apaji DPRD ?

Populer

JENEPONTO, Linisiar.id – Azis siama’ seorang kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa sendirian (solo) di depan Kantor DPRD Kab. Jeneponto, Jl. Pahlawan, Kel. Empoang Selatan, Kec. Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin (11/1/2021).

Aksi demonstrasi ini dilakukan seorang diri dengan membawa spanduk yang digantungkan di leher yang bertuliskan “Pupuk Langka, Petani Menderita, Apaji DPRD..?”

Dalam orasinya dia mendesak Anggota DPRD Kab. Jeneponto untuk lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan terhadap pendistribusian dan segera mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi permasalahan klasik yang sering terjadi di Butta Turatea.

“Kasihan Petani pak, sudah lewat masa pemupukan sementara pupuk subsidi masih sulit didapatkan” ujar Siama’, sapaan akrabnya.

Menurut dia, walaupun beberapa hari kemarin pupuk telah kembali didistribusikan kebeberapa kios/pengecer, tetapi itu malah menimbulkan keresahan baru, yakni banyak kios/pengecer menjual pupuk subsidi jauh di atas dari Harga Ecer Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Saya menantang DPRD Kab. Jeneponto untuk lebih memperketat pengawasan pendistribusian pupuk subsidi baik di tubuh distributor maupun kios/pengecer,” terangnya.

Tak berlangsung lama setelah melakukan orasi, aspirasi ini langsung diterima oleh anggota DPRD untuk dipersilahkan melakukan audensi di ruangan khusus DPRD.

Menurut anggota DPRD Jeneponto Komisi II Bidang Pertanian, Hanafi Sewang, kelangkaan pupuk subsidi itu disebabkan karena prosedur dan sistem.

Hanafi menjelaskan kuota pupuk untuk tahun 2020 sudah habis. Namun menjelang awal Januari terdapat kendala, menyangkut masalah SK keputuasan dari provinsi ke kabupaten untuk alokasi.

“Itu SK terbit nanti di tanggal 6 sementara masyarakat itu menjelang akhir Desember dan awal Januari di situ ada kendala di administrasi. Efek yang ditimbulkan dengan kejadiaan yang ada dimungkinkan petani mengalami kerugian,” jelasnya.

Sebetulnya lanjut dia, Komisi II langsung menindaki setelah mendengar bahwa sudah ada SK di Dinas Pertanian. Ia pun menghubungi secara langsung pihak distributor agar segera mendistribusikan kuota pupuk untuk 2021.

“Jadi tanggal 6 Januari itu, sudah ada yang didistribusi pupuk. Jadi kalau kuota pupuk bersubsidi di Jeneponto 31.200 atau 31 ton lebih, untuk tahun 2021. Namun yang perlu diperhatikan lagi, banyaknya juga masyarakat yang tidak terdaftar di RDKK selaku calon penerima pupuk,” tutupnya.

Diketahui distributor di jeneponto ada tiga, Cv. Anjas, KPI dan Puskud. (Ayub)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru