Kampus  

Tingkatkan Nilai Produk, Unifa Latih Pengolahan Jagung Pulut bagi Kaum Ibu Takalar

Bagikan

TAKALAR, Linisiar.id –  Program Studi Bina Wisata Universitas Fajar (Unifa) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan peningkatan nilai produk Jagung Pulut bagi ibu-ibu di Takalar.

Pelatihan yang diselenggarakan bersama pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tersebut, digelar di Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (20/7/2019).

Ketua Kegiatan PKM Unifa, Nasrullah, SST.Par., M.Sc., menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan bulan Juli hingga September 2019 ini, mempraktikkan aneka kreasi penganan Jagung Pulut yang merupakan produk khas Takalar.

Produk yang dibuat diantaranya, puding, nugget, bolu, ice cream, susu, dan selimut telur yang semuanya berbahan dasar Jagung Pulut.

“Pengolahan Jagung Pulut dengan kreasi yang lebih baik dan banyak, akan akan meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut. Tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal Takalar,” ujar Ketua prodi Bina Wisata Unifa tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan pengabdian ini dibagi dalam beberapa rangkaian tahapan. Mulai dari survei awal dan sosialisasi program, persiapan dan pendataan peserta melalui kelompok mitra, hingga pelaksanaan kegiatan dan pendampingan usaha.

Untuk hari ini, lanjutnya, sudah sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan demonstrasi produk olahan, yang dipraktikkan di hadapan peserta. Mereka merupakan ibu-ibu warga Kelurahan Manongkoki dan sekitarnya, binaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bulosibatang dan KSM Sipakatau.

“Rencananya, besok peserta kegiatan akan dibekali wawasan penyusunan pembukuan sederhana untuk Usaha Kecil dan Mikro (UKM), manajemen dan pengemasan serta pemasaran digital. Jadi mereka dilatih bukan saja bagaimana mengolah namun juga memasarkannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Takalar, Andi Gunawan, mengatakan, pihaknya menyambut antusias kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Unifa dan Kemristekdikti tersebut.

Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan bagi kelompok industri rumahan seperti ini, memberi energi positif bagi pemberdayaan masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal.

“Apalagi Unifa dan Kemristekdikti menghadirkan dua praktisi kuliner handal dari Makassar, yakni Chef Rizki dari Hotel Continent Makassar dan Chef Syamsuddin dari Hotel Maxone Makassar, sehingga masyarakat bisa melihat langsung cara pengolahan penganan yang lebih profesional,” pungkasnya. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *