Teh Celup Kayu Secang Milik Bunga, Unik dan Makin Diminati Masyarakat Luwu

teh celup kayu secang
Bagikan

LUWU, Linisiar.id – Usaha Teh Celup Kayu Secang yang berada di wilayah Desa Kanna, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, kini makin banyak diminati masyarakat di Tanah Luwu. 

Pemilik usaha teh secang, Bunga Kanaya mengatakan usaha teh secang telah dia rintis mulai awal bulan Januari tahun 2020.

Bisnis itu pun kata dia, lahir di tengah pandemi Covid-19. 

“Usaha saya ini baru dirintis, di Tahun 2020 kemarin saya hanya menjual kayu secang saja. Di awal tahun ini saya mencoba mengolah kayu secang ini menjadi teh secang, dengan campuran bahan dari jahe dan kayu secang,” katanya, Sabtu, (30/1/2021). 

Saat ini teh secang milik Bunga memiliki dua varian rasa yaitu teh secang original dan teh secang jahe. 

“Teh secang rasa ori ini sepenuhnya kayu secang, sementara untuk rasa jahe, saya campurkan kayu secang dan jahe. Jahenya itu sekitar 35 persen,” jelasnya.

Bunga menyebut, harga per kemasannya pun terbilang murah yaitu Rp 25 ribu, di mana dalam kemasan berisi 15 sachet.

Sementara untuk pemasarannya sendiri menurutnya sudah keluar Sulawesi.

“Untuk pemasarannya secara online sudah ke luar wilayah Sulsel seperti Kediri, Kalimantan, Madura, dan daerah lainnya,” tutur dia.

Bunga juga tengah mengurus izin produksi teh secang miliknya ini. Pasalnya beberapa waktu lalu Tim dari Dinas Kesehatan Luwu melakukan kunjungan guna melakukan survei pembuatan teh unik ini.

“Pihak dinas kesehatan merespon dengan baik, tinggal menunggu izin Sertifikat Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) keluar untuk bisa dijual di Tokoh-tokoh dan dan Apotek,” ujarnya.

Teh secang ini banyak diminati para dokter, pejabat dan masyarakat Luwu pada umumnya, pasalnya kayu secang dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. 

Diketahui, teh kayu secang miliknya sangat alami semua bahannya dari kayu secang atau Sa’pang dan jahe. Bahannya pun tidak sulit untuk didapatkan, kayu secang banyak ditemukan di daerah Bastem, Kabupaten Luwu. 

Kontributor: Fatmawati

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *